Salah satu petugas medis di rumah sakit COVID-19 Roma, Italia, mengaku kewalahan menghadapi lonjakan pasien di RS yang ia tangani.
"Kami kebanjiran permintaan (pasien) masuk. Ini tekanan terus-menerus" jelas Direktur Medis Rumah Sakit Casal Palocco Covid Roma, Antonio Marchese, dikutip dari laman France 24.
Marchese khawatir lonjakan pasien akan terus terjadi dan lebih tinggi. Dari 120 tempat tidur di rumah sakit, sebanyak 111 tempat tidur terisi oleh pasien terinfeksi COVID-19. Menurut Marchese, kebanyakan dari pasien yang dirawat di rumah sakitnya belum divaksinasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus COVID-19 harian Italia pecah rekor selama dua hari beruntun. Pada Rabu (29/12/2021) kasus harian COVID-19 di Italia mencapai 98.030 infeksi dan kematian 136. Kemudian pada Kamis (30/12/2021), kasus harian tercatat 126.888 kasus, dengan angka kematian 156 jiwa.
Angka ini sejalan dengan lonjakan kasus penerimaan pasien di RS Italia. Kenaikan inipun dipicu oleh varian Omicron dan keengganan warga untuk divaksinasi.
Hampir tiga perempat pasien COVID-19 di rumah sakit tercatat belum divaksinasi. Beberapa di antara mereka bahkan menolak untuk diintubasi saat berada di ruang perawatan intensif (ICU).
"Kemudian mereka umumnya menerima karena sadar betapa seriusnya (COVID-19) itu, dan mereka tak lagi bisa bernapas sendiri," kata Marchese.
Mayoritas pasien dalam perawatan intensif adalah para lanjut usia. Namun, tidak menutup kemungkinan orang yang lebih muda juga mengisi ICU.
"Karena mereka harus dipantau dan untuk melihat apakah mereka perlu diberi alat bantu pernapasan", ujar Marchese.
Di seluruh Italia, rumah sakit mengalami masalah serupa. Menurut Badan Nasional Layanan Kesehatan Regional Italia, pada 17 Desember keterisian tempat tidur di ICU tercatat 10 persen. Kemudian dua hari terakhir, jumlah itu merangkak hingga 13 persen.
(ayd/naf)











































