Jumat, 31 Des 2021 15:48 WIB

Tes Antigen Disebut Tak Bisa Deteksi Varian Omicron, Begini Penjelasan Kemenkes

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Para pemudik yang baru kembali dari kampung halaman dites antigen. Tes antige dilakukan di Pos Penyekatan Arus Balik, Kalimalang, Bekasi Timur. Kemenkes RI beri tanggapan soal antigen yang disebut sudah tak sensitif (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Tes antigen selama ini digunakan sebagai salah satu cara mendeteksi penularan virus COVID-19, belakangan disebut kurang sensitif untuk mendeteksi varian Omicron.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menyebut masyarakat tak perlu khawatir dengan tes antigen yang digunakan saat ini. Ia memastikan, tes antigen bisa mendeteksi COVID-19 varian apa saja termasuk Omicron.

"Antigen itu bisa mendeteksi COVID-19, varian apapun. Jangan khawatir tes antigen tetap bisa digunakan," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Jumat (31/12/2021).

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengatakan bahwa tes antigen yang digunakan untuk mendeteksi COVID-19 kurang sensitif mendeteksi varian Omicron.

Melalui studi yang dilakukan National Institutes of Health menemukan, antigen sebenarnya masih bisa mendeteksi varian Omicron. Namun tingkat sensitivitasnya menurun atau bisa dikatakan tes antigen lebih jarang menemukan infeksi virus corona atau positif COVID-19.

"Studi sedang dilakukan untuk mengonfirmasi alasan penurunan sensitivitas yang nyata. Setelah diketahui, penyesuaian tes yang ada dapat dilakukan oleh setiap pengembang dengan dukungan dari FDA," kata FDA, seperti dikutip CNN.

Antigen masih bisa deteksi COVID-19

Meski dikatakan ada penurunan sensitivitas, Direktur National of Allergy and Infectious Diseases Anthony Fauci mengimbau agar rapid test antigen tetap dilakukan. Ia juga mengatakan test tersebut masih bermanfaat.

"Jangan biarkan siapapun berpikir bahwa FDA mengatakan tes tidak lagi bagus. Mereka mengatakan mereka kurang sensitif sekarang. Mereka tidak pernah 100 persen sensitif," kata Fauci.

Lagi pula kata Fauci, FDA hanya mengatakan tingkat sensitivitas Antigen menurun untuk varian Omicron bukan berarti tes tersebut tidak bisa digunakan sama sekali.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Rochelle Walensky juga menekankan pentingnya tes antigen yang bisa dilakukan di berbagai lokasi, misal sekolah, pasar dan tempat lainnya.

"Jika Anda menggunakannya secara berurutan (rutin), kami bisa sedikit menyerah soal sensitivitas," katanya.



Simak Video "Daftar Lab Tes Covid-19 di Jakarta yang Terafiliasi dengan Kemenkes"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)