ADVERTISEMENT

Minggu, 02 Jan 2022 06:38 WIB

Komnas KIPI: Kematian di Jombang dan Bone Tak Terkait Vaksin COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Warga di Dieng Batur, Banjarnegara, antusias ikuti kegiatan vaksinasi COVID-19 massal. Seperti diketahui, vaksinasi gencar dilakukan demi capai herd immunity. Vaksinasi COVID-19. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Hindra Irawan Satari, menegaskan belum ada kasus meninggal yang disebabkan vaksinasi COVID-19. Termasuk kematian bocah di Jombang, Jawa Timur, dan dua warga Bone, Sulawesi Selatan.

Terkait dengan laporan kasus kematian di Jombang dan Bone pasca vaksinasi, KIPI juga sudah melakukan audit bersama dengan Komda KIPI dan Dinkes setempat pada Jumat (30/12) lalu.

Usai dilakukan investigasi, kedua kasus tersebut tidak terkait dengan vaksinasi COVID-19

"Kasus Kematian di Kabupaten Jombang disimpulkan unclassifiable atau tidak cukup data. Sementara kasus kematian di Kabupaten Bone disimpulkan koinsiden dengan penyakit jantung bawaan, " ucap Hindra dikutip dari laman resmi Kemenkes, Minggu (2/1/2022).

Sebelumnya, seorang siswa SDN Gedangan di Mojowarno, Jombang, Jawa Timur, Muhammad Bayu Setiawan (12) sebelumnya dilaporkan meninggal dunia usai menjalani vaksinasi COVID-19 jenis Pfizer.

Sehari pasca vaksinasi dosis pertama, Bayu tiba-tiba mengalami demam dan muntah-muntah. Ia dilarikan ke Puskesmas Mayangan, Jogoroto, Jombang, Kemudian pada Selasa (28/12) sekitar pukul 05.00 WIB, petugas medis menyatakan Bayu meninggal dunia.

Sementara yang di Kabupaten Bone, dua warga meninggal setelah menerima vaksin COVID-19. Komnas KIPI menyebut kasus tersebut tidak terkait dengan vaksin Corona.



Simak Video "Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Masuk Mal, Begini Respons Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT