ADVERTISEMENT

Minggu, 02 Jan 2022 16:30 WIB

Psikiater Singgung Fenomena Viral Spirit Doll yang Dirawat Layaknya Manusia

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
close up girl toy doll face flay lay Fenomena viral spirit doll. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Михаил Руденко)
Jakarta -

Belakangan ini, spirit doll atau boneka spirit kini tengah ramai dibicarakan banyak orang. Tak hanya itu, banyak juga selebriti yang mengakui tengah mengasuh spirit doll seperti anaknya sendiri.

Melihat fenomena ini, psikiater dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, dr Andri, SpKJ, FAPM, mengungkapkan fenomena spirit doll atau boneka arwah ini populer karena banyak publik figur yang memamerkannya, salah satunya melalui media sosial. Hal inilah yang membuat spirit doll ini semakin banyak dilihat orang.

dr Andri mengatakan boneka memang sudah sejak lama dianggap sebagai media untuk para arwah. Dalam tweet-nya, di kebudayaan Tionghoa patung-patung yang ada di dalam Kelenteng juga diisi para arwah atau dewa, yang dianggap bisa membantu manusia atau sebaliknya.



"Boneka memang sudah sejak lama dianggap sebagai media untuk para arwah, bahkan kalau di kebudayaan Tionghoa, patung-patung yang ada di Kelenteng juga diisi oleh para arwah atau dewa yang dianggap bisa membantu manusia atau sebaliknya tergantung kondisi manusianya juga," cuit dr Andri dalam akun Twitter pribadinya, @mbahndi, yang dilihat detikcom dan dikutip atas izin yang bersangkutan, Minggu (2/1/2022).

Lalu, apakah orang yang percaya dengan spirit doll mengalami gangguan jiwa?

"Jadi apakah orang yg percaya #spiritDoll itu alami gangguan jiwa, silahkan kembali ke definisi aja. Gangguan Jiwa : Gangguan pada perilaku, perasaan, perilaku yg menimbulkan penderitaan dan ketidakmampuan pada orang itu sehingga mengganggu kehidupan sehari-harinya. So..??' jelas dr Andri.

Menurut dr Andri, jika orang-orang 'merawat' spirit doll ini sesuai dengan pemikiran khusus sesuai kebudayaan yang dipercaya, cukup dibiarkan saja.

"Kalau ternyata "merawat" #spiritDoll hanyalah bagian dari fenomena sesaat atau juga lebih karena ada pemikiran khusus sesuai kebudayaan yang dia percaya ya biarkanlah, asalkan tidak mengganggu dan menurunkan kualitas hidupnya. Tidak usah diberi perhatian berlebihan juga," pungkasnya.



Simak Video "Psikiater Tak Temukan Dampak Positif Adopsi Spirit Doll"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT