Senin, 03 Jan 2022 09:35 WIB

Elkan Baggott dkk Kesandung 'Bubble' di Piala AFF, Sistem Apa Sih Itu?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Elkan Baggott Elkan Baggott, salah satu pemain Timnas RI yang tersandung aturan sistem 'Bubble' dalam AFF 2020. Foto: Dok. PSSI
Jakarta -

Gara-gara sistem bubble, 4 pemain Timnas Indonesia dilarang bermain bermain di final leg 2 piala AFF 2020, Sabtu (1/1/2022). Pasalnya, keempat pemain terdiri dari Elkan William Tio Baggott, Victor Chukwuekezie Igbonefo, Rizky Ridho Ramadhani dan Rizky Dwi Febrianto dinilai melanggar aturan karantina COVID-19 sistem 'Bubble' di Singapura.

Sistem Bubble dalam pertandingan olahraga menekankan penempatan tim dan ofisial di tempat yang terkendali, bertujuan membatasi kontak para partisipan dengan orang luar.

Terlepas dari kontroversi penjatuhan sanksi untuk Elkan dkk, sistem Bubble sebelumnya juga diterapkan dalam sejumlah ajang pertandingan olahraga. Misalnya, pada Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung 23 Juli-8 Agustus 2021.

Dalam aturan karantina tersebut, para partisipan hanya dapat berpindah di antara hotel, tempat pelatihan, dan tempat kompetisi yang ditentukan. Mereka juga tidak diizinkan bepergian ke mana pun, atau berkegiatan di luar rencana perjalanan.

"Jadwal yang terkendali adalah bagian penting dari langkah-langkah manajemen yang aman untuk melindungi kesehatan para pemain yang berpartisipasi, ofisial pertandingan, dan masyarakat luas selama Suzuki Cup 2020," kata SportSG, dikutip dari Channel News Asia, Senin (3/1/2022).

Elkan Baggott sempat teridentifikasi kontak dekat pasien Omicron

Terkait karantina, sebelumnya Bek Elkan Baggott pernah menjalani karantina di Singapura bulan lalu lantaran teridentifikasi sebagai kontak dekat pasien varian Omicron dalam penerbangannya.

"Tuan Elkan Baggott telah dilayani dengan perintah karantina di fasilitas yang ditunjuk hingga 18 Desember 2021. Ini karena dia diidentifikasi sebagai kontak dekat, didefinisikan sebagai seseorang yang telah menghabiskan 15 menit atau lebih dalam jarak 2 meter dari individu yang terinfeksi kasus Omicron yang dikonfirmasi di dalam penerbangan yang sama," kata Yazeen Buhari, wakil ketua panitia penyelenggara lokal turnamen, dikutip dari Channel News Asia.

"Berdasarkan pedoman nasional Singapura, semua kontak dekat kasus Omicron yang dicurigai atau dikonfirmasi akan ditempatkan pada karantina 10 hari di fasilitas yang ditunjuk, dan mereka diharuskan menjalani tes reaksi berantai polimerase pada awal dan akhir karantina mereka, bahkan jika mereka memiliki dinyatakan negatif COVID-19 sejauh ini," lanjutnya.

Klarifikasi Elkan Baggott

Sementara itu, Elkan Baggott melalui akun media sosialnya memberikan klarifikasi. Menurutnya, ia sama sekali tidak tahu dirinya melanggar aturan bubble karena official memperbolehkannya keluar hotel untuk mencari udara segar.

"Oleh karena itu kami berani untuk meninggalkan hotel, dengan asumsi tak melanggar aturan bubble. Penjelasan yang diberikan kepada media seolah-olah kami yang salah padahal tidak seperti itu," tambahnya.



Simak Video "Kabar Baik! Selama Ramadan, Tren Covid-19 di Indonesia Terus Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)