Senin, 03 Jan 2022 07:30 WIB

Kenapa Varian Omicron Berisiko Tinggi Picu Reinfeksi? Ini Penjelasan Dokter

Vidya Pinandhita - detikHealth
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept Ilustrasi penjelasan dokter soal penyebab varian Omicron berisiko besar timbulkan reinfeksi pada orang yang sudah pernah terkena COVID-19. Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7
Jakarta -

Meski diyakini menyebabkan gejala lebih ringan dibanding infeksi varian Delta, varian Omicron diketahui menular lebih cepat dan berisiko menginfeksi orang yang sudah pernah terinfeksi virus Corona sebelumnya. Sebenarnya, apa penyebabnya?

Menurut Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan RSUP Persahabatan, dr Prasenohadi, SpP, KIC, PhD, hal tersebut sebenarnya disebabkan antibodi dari vaksin yang menurun seiring waktu. Ditambah, dalam varian Omicron terdapat mutasi yang kuat menginfeksi orang yang mengalami penurunan daya tahan tubuh.

"Penjelasannya sederhana, bahwa kalau seseorang sudah divaksinasi maka kita bisa melihat antibodi terhadap virus tersebut. Pada satu kondisi tertentu, maka antibodi itu akan berkurang, menurun, sehingga kalau terjadi infeksi virus yang lain maka akan mudah terinfeksi kembali," terangnya dalam siaran YouTube BNPB Indonesia, Kamis (30/12/2021).

"Pada kasus dengan Omicron ada satu mutasi yang menyebabkan virus ini bisa menyebabkan infeksi kembali akibat daya tahan tubuh atau antibodi yang menurun pada seseorang," lanjutnya.

Dengan besarnya risiko reinfeksi, dr Pras menegaskan, pemberian booster vaksin COVID-19 menjadi bekal penting. Mengingat, efektivitas dua dosis vaksin COVID-19 diyakini menurun dalam menghadapi infeksi varian Omicron.

"Makanya booster menjadi hal yang penting dalam menghadapi kasus dengan Omicron. Sepertinya dua kali vaksinasi tidak cukup dalam menghadapi kasus dengan Omicron. Pemberian booster menjadi hal yang sangat penting dalam mengatasi infeksi virus ini," pungkas dr Pras.

Simak Video: Prediksi Covid-19 Tahun 2022: Angka Infeksi Meningkat Tajam

[Gambas:Video 20detik]




(vyp/up)