Senin, 03 Jan 2022 11:24 WIB

PTM Mulai Berlaku, Ini 5 Tips Anak Aman dari COVID-19 Saat Kembali Sekolah

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Sekitar 3.050 sekolah di Jakarta bersiap untuk gelar sekolah tatap muka secara terbatas. Hal itu dilakukan seiring dengan pemberlakuan PPKM level 2 di ibu kota. PTM mulai berlaku, ini 5 tips bagi orang tua jaga anak dari COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri memberlakukan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang berlaku mulai Januari 2022. Pemberlakuan ini didasarkan hasil riset yang menunjukkan bahwa pandemi menimbulkan kehilangan pembelajaran (learning loss) yang signifikan.

Saat sekolah tatap muka berlangsung, ada beberapa hal yang harus diperhatikan para orang tua agar anak tetap aman dan tidak tertular COVID-19.

Dirangkum detikcom, Senin (3/1/2022), berikut lima tips agar anak tetap aman saat kembali ke sekolah:

1. Anak harus divaksin lengkap

Mendapatkan vaksin COVID-19 lengkap membantu anak tetap aman saat kembali berkegiatan di sekolah. Tidak dapat dipungkiri, kegiatan seperti bermain dan berpartisipasi dalam kegiatan olahraga ataupun kegiatan sekolah lainnya, akan diterapkan oleh pihak sekolah.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan anak yang diperbolehkan tatap muka sudah diimunisasi COVID-19 dua dosis dan tanpa komorbid.

Jika anak memiliki komorbid seperti penyakit ganas, diabetes melitus, penyakit ginjal kronik, penyakit autoimun, penyakit paru kronis, obesitas, hipertensi dan lainnya, konsultasikan opsi tatap muka dengan dokter spesialis anak terlebih dahulu.

Jika anak terinfeksi, akan berbahaya bagi kondisi sang anak ataupun orang-orang yang berkontak dengannya.

2. Beri pengertian tentang jaga jarak

Menjaga jarak merupakan praktik memberikan ruang yang cukup antar individu untuk mengurangi penyebaran penyakit. Selama masa pandemi, IDAI merekomendasikan jarak antar siswa saat berada di dalam kelas minimal 1,8 meter.

Orang tua diharapkan untuk memberikan pengertian mengenai, pentingnya menjaga jarak antar individu guna mencegah penularan COVID-19 kepada anak saat berada di lingkungan sekolah.

3. Selalu gunakan masker

Anak perlu diingatkan untuk selalu menggunakan masker setiap berada di ruang publik, termasuk di ruang kelas. Hal ini penting, terutama saat sekolah berada di daerah dengan jumlah kasus baru COVID-19 yang tinggi.

Tak hanya itu, IDAI mengingatkan kepada para orang tua untuk mengajarkan anak menggunakan masker dengan benar dan konsisten, menyimpannya saat tidak digunakan, mencuci masker secara teratur, membuang masker medis setelah pemakaian selama 4 jam, mengganti maske jika basah atau kotor.

4. Selalu menjaga kebersihan tangan

Berilah pelatihan mencuci tangan di rumah bersama anak dan jelaskan mengapa penting mencuci tangan dengan sabun setidaknya 30 detik, terutama sebelum dan sesudah makan, batuk/bersin. Untuk mencegah terburu-buru, sarankan anak untuk mencuci tangan sambil menyanyikan lagu 'selamat ulang tahun' sebanyak dua kali.

Jika fasilitas mencuci tangan tidak ada, ingatkan anak untuk selalu menggunakan hand sanitizer. Tak lupa untuk ingatkan anak agar menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut.

5. Tetap di rumah bila sakit

Jika anak menunjukkan beberapa gejala seperti demam, hidung tersumbat, batuk, sakit tenggorokan, sesak nafas, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, mual atau muntah, diare, nafsu makan menurun, hilangnya indra perasa dan pencium, jangan biarkan anak pergi ke sekolah.

Anak disarankan untuk tinggal di rumah dan beri laporan ke pihak sekolah beserta tanyakan opsi untuk pembelajaran jarak jauh. Segera lakukan tes usap untuk memastikan kondisi anak.



Simak Video "KuTips: Jurus Menghindari Hepatitis Misterius Saat PTM"
[Gambas:Video 20detik]
(any/fds)