Senin, 03 Jan 2022 16:13 WIB

Viral Tren Adopsi Boneka Arwah oleh Para Artis, Secara Kejiwaan Bagaimana?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
spooky vintage dolls at a flea market in vienna Lagi ngetren boneka arwah di kalangan para artis. (Foto: Getty Images/iStockphoto/altmodern)
Jakarta -

Spirit doll atau 'boneka arwah' belakangan menjadi tren di kalangan artis. Mulai dari Ivan Gunawan, Celine Evangelista hingga Sarwendah 'mengadopsi' boneka itu selayaknya bayi hidup atau anak asuh mereka.

Misalnya Ivan Gunawan, ia bahkan menamai boneka arwahnya Miracle Putra Gunawan atau kerap disapa Baby Eqel. Berulang kali dirinya menegaskan jika boneka arwah itu benar-benar hidup.

Dikutip dari sejumlah sumber, boneka ini konon dipercaya diisi roh yang sudah meninggal. Kisaran harganya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Menurut psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Center, ada beragam faktor atau kemungkinan di balik ketertarikan para artis dengan boneka arwah. Bisa jadi hanya sebatas ikut tren, atau benar-benar mengisi keseharian mereka.

Efek psikologis dari memiliki boneka arwah dinilai Rahma sangat tergantung dari seberapa jauh emosi yang terikat dengan spirit doll tersebut.

Artis yang adopsi boneka arwahArtis yang adopsi boneka arwah Foto: Instagram

Lebih mudah diurus

"Faktor tahap dan tugas perkembangan masa dewasa, di mana seseorang mencapai kebutuhan untuk berkeluarga atau mengasuh anak-anak namun tidak bisa dijalankan atau tak mau repot menerima konsekuensi tanggung jawab," katanya kepada detikcom Senin (3/1/2022).

"Mengasuh benda mati tentu lebih mudah daripada mengasuh anak manusia yang memiliki akal, perasaan, dan kebutuhan lain sehingga memiliki tanggung jawab yang besar," tambah Rahma.

Furi Harun kolektor boneka arwahFuri Harun kolektor boneka arwah Foto: 20detik

Rasa kesepian

Karena merasa sepi, seseorang juga bisa saja melampiaskan kebutuhan atau keinginan mengatasi hal itu dengan membeli boneka arwah. Kehadiran boneka arwah seperti menjadi solusi di tengah kekosongan yang dirasakan.

"Rasa kesepian atau kekosongan sehingga membutuhkan kehadiran sesuatu yang dirasa dapat memahaminya," sambung Rahma.



Simak Video "Psikiater Tak Temukan Dampak Positif Adopsi Spirit Doll"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)