Selasa, 04 Jan 2022 18:30 WIB

Satgas Jelaskan Alasan RI Masih Buka Pintu dari Luar Negeri Meski Ada Omicron

Firdaus Anwar - detikHealth
Wiku Adisasmito di detikcom Year in Review Jubir Satgas COVID-19 WIku Adisasmito. (Foto: 20detik)
Jakarta -

Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan sampai saat ini Indonesia sudah memiliki 152 kasus Omicron. Sebagian besar kasus terdeteksi pada para pelaku perjalanan luar negeri dan hanya enam di antaranya yang merupakan penularan lokal.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia sampai saat ini sama sekali tidak menutup pintu kedatangan dari luar negeri. Wiku menjelaskan ini karena pertimbangan potensi dampak hubungan internasional, ekonomi, dan hak bagi warga negara Indonesia yang ingin kembali pulang.

Wiku mengutip studi yang menyebut larangan atau pembatasan kedatangan dari luar negeri sebagai upaya yang minim dampak bagi pengendalian penyakit, namun besar untuk kestabilan ekonomi nasional.

"Hal ini terjadi jika kisaran angka risk rating di bawah 1 persen atau kasus positif bervarian yang muncul lebih banyak akibat transmisi komunitas, bukan dari pelaku perjalanan langsung," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan kanal Youtube, BNPB Indonesia, Selasa (4/1/2022).

Strategi yang diterapkan saat ini adalah berusaha menghentikan kasus Omicron di pintu kedatangan lewat pemeriksaan yang ketat dan karantina. Wiku berharap dukungan dari berbagai pihak agar upaya tersebut dapat efektif.

"Dengan kondisi Indonesia saat ini, dengan kasus varian Omicron mayoritas berasal dari pelaku perjalanan luar negeri, maka berbagai upaya perlu dilakukan serentak dan berlapis mulai dari lapisan paling luar sampai unsur terkecil dalam masyarakat," ungkap Wiku.

"Demi tetap menjaga varian Omicron berhenti perjalanannya di pintu kedatangan dan selama proses karantina berlangsung," pungkasnya.



Simak Video "Apakah Indonesia Perlu Khawatir dengan Temuan Varian Deltacron?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)