Rabu, 05 Jan 2022 07:33 WIB

Kena Omicron, Bagaimana Isolasi dan Tracing Dilakukan? Ini Panduannya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Strips of newspaper with the words Omicron and Covid-19 typed on them. Omicron variant of COVID-19. Black and white. Close up. Varian Omicron di Indonesia sudah mencapai 254 kasus (Foto: Getty Images/iStockphoto/Professor25)
Jakarta -

Varian Omicron di Indonesia sudah mencapai 254 kasus sejak pertama kali teridentifikasi pada 16 Desember 2021. Agar tidak makin meluas, Kementerian Kesehatan mengeluarkan pedoman pencegahan dan pengendalian.

Pedoman tersebut dirumuskan dalam Surat Edaran nomor HK.02.01/MENKES/1391/2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron (B.1.1.529). Beberapa poin pencegahan penanggulangan Omicron dalam pedoman tersebut terangkum sebagai berikut.

Bagaimana identifikasi kasus dilakukan?

Kemenkes menetapkan kasus probable ketika pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil positif pada S-Gene Target Failure (SGTF), atau deteksi Single Nucleotide Polymorphism (SNP) berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction) mengarah ke varian Omicron.

Sementara itu, konfirmasi kasus Omicron dilakukan dengan Whole Genome Sequencing (WGS).

Bagaimana contact tracing dilakukan?

Pelacakan kontak atau contact tracing dilakukan dalam 1x24 jam pada setiap kasus probable dan konfirmasi Omicron, untuk mendapatkan kontak erat. Jika ditemukan kontak erat, langkah berikutnya sebagai berikut:

  • Kontak erat wajib karantina 10 hari di fasilitas karantina terpusat, dan menjalani entry dan exit text dengan pemeriksaan NAAT (Nucleic Acid Amplification Test).
  • Jika positif pada tes NAAT, maka dilanjutkan dengan tes SGTF (S-gene Target Failure).
  • Pararel, spesimen juga dikirim ke laboratorium WGS (Whole Genome Sequencing) untuk konfirmasi. Daftar laboratorium tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/4842/2021 tentang Jejaring Laboratorium Surveilans Genom Virus SARS-CoV-2.

Kriteria kontak erat

Yang termasuk kontak erat pada kasus Omicron ditentukan berdasarkan rentang waktu sebagai berikut:

  • Pada kasus bergejala, dihitung sejak 2 hari sebelum timbul gejala sampai 14 hari setelah timbul gejala (atau hingga kasus melakukan isolasi)
  • Pada kasus tidak bergejala (asimptomatis), dihitung sejak 2 hari sebelum pengambilan swab dengan hasil positif sampai 14 hari setelahnya (atau hingga selesai isolasi).

Kriteria sembuh atau selesai isolasi

Kasus Omicron dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi setelah memenuhi kriteria berikut:

  • Pada kasus tak bergejala (asimptomatis), isolasi dilakukan sekurangnya 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi, ditambah hasil negatif NAAT selama 2 kali berturut-turut dengan selang waktu di atas 24 jam.
  • Pada kasus bergejala, isolasi dilakukan selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah sekurangnya 3 hari bebas gejala demam dan gangguan napas, serta hasil negatif NAAT selama 2 kali berutur-turut dengan jeda di atas 24 jam.


Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)