Rabu, 05 Jan 2022 07:45 WIB

Geger Kombinasi 'Flurona', Selazim Apa Combo Influenza dan Virus Corona?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Corona Viruses against Dark Background Ilustrasi temuan kasus gabungan virus influenza dan virus Corona 'Flurona'. Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Belum beres merebaknya varian Omicron, kini geger temuan kasus 'Flurona', di mana terinfeksi gabungan virus influenza dengan virus Corona. Kasus tersebut ditemukan pada seorang wanita berusia 30 tahun yang tengah hamil, menjalani perawatan di Rabin Medical Center, Israel, sebelum melahirkan.

Diketahui, wanita tersebut tidak divaksinasi COVID-19.

"Kami merawatnya dengan kombinasi obat yang menargetkan virus Corona dan flu," kata Arnon Wiznitzer, Direktur Departemen Ginekologi Rumah Sakit Beilinson di kota Petah Tikva, Israel, dikutip dari 7News, Rabu (5/1/2022).

Pasien tersebut tengah dalam kondisi baik. Namun begitu, Kementerian Kesehatan Israel tetap menyorot kasus tersebut untuk memastikan risiko gejala berat pada orang yang terjangkit virus Corona dan influenza sekaligus, khususnya jika tidak divaksinasi COVID-19.

"Kami melihat semakin banyak morbiditas influenza di antara populasi bersalin, bersama dengan kasus virus Corona yang terutama terjadi pada wanita yang tidak divaksinasi terhadap virus Corona dan influenza," kata Arnon.

"Ini jelas merupakan waktu yang menantang selain penyakit virus corona, kita semakin berurusan dengan flu," lanjutnya.

'Flurona' bisa jadi umum, tapi perlu diperhatikan

Direktur Sekolah Kesehatan Masyarakat di Universitas Ben-Gurion di Israel, Nadav Davidovitch, menambahkan dengan tingginya kasus influenza, memang tinggi risiko seseorang terinfeksi virus influenza dan virus Corona sekaligus. Ia menegaskan, Flurona ini perlu diperhatikan.

"Saya tidak berpikir ini akan menjadi situasi yang umum, tetapi itu sesuatu yang perlu dipertimbangkan," ujar Davidovitch yang juga merupakan anggota Komite Penasihat Nasional Israel untuk COVID-19.

"Sangat menarik bahwa setelah Anda melewati tahun dengan aktivitas influenza yang sangat-sangat rendah atau tidak ada sama sekali, tahun berikutnya karena orang kurang terpapar, itu membuat mereka lebih rentan," sambungnya.

Terakhir menurutnya, pada orang yang tidak memiliki riwayat gangguan kesehatan tertentu serta telah divaksinasi influenza dan COVID-19, kecil risiko kombinasi virus 'Flurona' ini menimbulkan gejala berat.



Simak Video "Langkah Israel Usai Kemunculan Kasus 'Florona'"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)