India Laporkan Kasus Kematian Pertama Terkait Varian Omicron!

ADVERTISEMENT

India Laporkan Kasus Kematian Pertama Terkait Varian Omicron!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 05 Jan 2022 18:00 WIB
Hospital COVID
Healthcare workers during an intubation procedure to a COVID patient
India melaporkan kasus kematian pertama terkait varian Omicron. (Foto ilustrasi: Getty Images/Tempura)
Jakarta -

Pada Rabu (5/1/2022), India melaporkan kasus kematian pertamanya yang terkait dengan varian Omicron.

Dikutip dari Reuters, seorang pejabat kementerian kesehatan federal mengatakan varian tersebut memang tengah menyebar cepat di negara bagian barat Rajasthan, India.

Kasus COVID-19 di India memang sedang mengalami kenaikan yang signifikan. Baru-baru ini, India mencatat penambahan kasus COVID-19 yang jumlahnya lebih besar dua kali lipat dari jumlah yang dilaporkan empat hari lalu.

Menurut data Kementerian Kesehatan India, ada 58.097 kasus baru COVID-19 per Rabu (4/1/2022). Sehingga total kasusnya secara nasional mencapai lebih dari 35 juta.

Selain itu, angka kematian COVID-19 juga meningkat 534 kasus, termasuk jumlah kematian terbaru di negara bagian selatan Kerala sebanyak 423 kasus. Total akumulatif kematian COVID-19 secara nasional berjumlah 482.551, berdasarkan catatan Reuters.

Terancam mengalami gelombang ketiga

Negara tersebut juga terancam diserang gelombang ketiga akibat kasus Omicron yang melonjak. Otoritas Delhi menyebut sebanyak 84 persen dari sampel yang diperiksa di ibu kota merupakan kasus Omicron.

Melihat kondisi ini, mantan kepala epidemiolog Konsil Riset Medis India, Dr Lalit Kant, memprediksi puncak gelombang ketiga COVID-19 di India bakal terjadi pada awal bulan Maret mendatang.

Jika itu terjadi, kemungkinan India akan membutuhkan puluhan ribu tempat tidur rumah sakit (RS) untuk para pasien.

"Jumlah pasien yang masuk rumah sakit kemungkinan akan mencapai puncak di awal Maret. Proyeksinya akan dibutuhkan 33.000 kasur RS dan 7.500 kasur untuk ICU," kata Dr Kant seperti dikutip dari CBS News, Selasa (4/1/2022).



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT