ADVERTISEMENT

Kamis, 06 Jan 2022 11:26 WIB

Kabar Baru dari WHO Soal Vaksin Sinovac Vs Varian Omicron, Wajib Tahu!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sepekan terakhir ini dunia informasi media ramai diwarnai oleh berita banjir bandang yang terjadi di Sukabumi hingga pidato Presiden Jokowi di Sidang PBB. Vaksin Sinovac. (Foto: Getty Images/Kevin Frayer)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut vaksin Sinovac, salah satu jenis vaksin COVID-19 yang banyak digunakan dunia, masih efektif memberikan perlindungan terhadap penyakit parah, rawat inap, dan kematian akibat infeksi varian Omicron. Satu vaksin yang juga disebut dan juga banyak digunakan adalah Sinopharm.

Penilaian dari manajer insiden WHO Abdi Mahamud ini datang beberapa hari setelah studi laboratorium awal menunjukkan bahwa tiga dosis Sinovac tidak menghasilkan antibodi yang cukup untuk mencegah infeksi dari varian baru.

Mahamud mengatakan bahwa meskipun Omicron dapat menghindari antibodi dan menyebabkan infeksi, vaksin COVID-19 masih melindungi terhadap penyakit parah, rawat inap, dan kematian.

"Prediksi kami adalah perlindungan terhadap rawat inap yang parah dan kematian (dari Omicron) akan dipertahankan," katanya dikutip dari Reuters, mengatakan ini juga berlaku untuk vaksin yang dikembangkan oleh Sinopharm dan Sinovac yang digunakan di China, wilayah dengan kasus Omicron rendah.

"Tantangannya bukanlah vaksin tetapi vaksinasi dan menjangkau populasi yang rentan itu."

Mahamud mengatakan lebih banyak penelitian telah menunjukkan bahwa Omicron menginfeksi bagian atas saluran pernapasan, tidak seperti varian lain yang dapat menyebabkan pneumonia parah, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hasilnya.

Dia mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah vaksin khusus Omicron akan diperlukan, sebab hal tersebut memerlukan koordinasi global dan tidak boleh diserahkan kepada produsen vaksin untuk memutuskan sendiri.



Simak Video "Sinovac Kembangkan Vaksin Covid-19 Versi Multivarian"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT