Jumat, 07 Jan 2022 04:56 WIB

Penyakit Skoliosis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Hand pointing on screen with X-rays of the spine. close up Fakta-fakta skoliosis (Foto: iStock)
Jakarta -

Skoliosis adalah kondisi tulang belakang melengkung atau menyamping secara tidak normal. Bisa juga disebut kelainan tulang belakang.

Biasanya kasus skoliosis terjadi pada masa kanak-kanak atau sebelum mengalami pubertas. Meskipun sebagian kasus tergolong ringan, namun tetap harus diwaspadai karena tulang belakang bisa saja semakin melengkung dan memburuk ketika anak-anak tumbuh.

Jika sudah memburuk, paru-paru akan kesulitan untuk bekerja dengan baik dan membuat pengidapnya sulit untuk bernapas. Selain itu, apa saja gejala yang ditimbulkan dari penyakit skoliosis?

Gejala Skoliosis

Dikutip dari MayoClinic, pada sebagian besar kasus skoliosis tulang belakang akan berputar atau terkilir dari sisi ke sisi lain. Hal ini menyebabkan tulang rusuk atau otot di sisi di tubuh lebih menonjol daripada sisi lainnya. Berikut gejala skoliosis:

  • Bahu tidak rata
  • Salah satu tulang belikat lebih menonjol
  • Pinggang tidak rata
  • Adanya tonjolan pada salah satu pinggul
  • Tulang rusuk menjorok ke depan
  • Adanya tonjolan di satu sisi punggung saat membungkuk ke depan
  • Sulit berjalan karena kebas, sakit di kaki
  • Sulit berdiri tegak
  • Sesak napas
  • Penyusutan tinggi badan
  • Tidak nyaman saat tidur telentang atau miring

Penyebab Skoliosis

Kebanyakan kasus skoliosis tidak diketahui penyebabnya atau bisa disebut juga skoliosis idiopatik. Kondisi ini biasanya tidak dapat dicegah dan tidak berhubungan dengan beberapa hal, seperti postur tubuh yang buruk, olahraga, maupun diet.

Akan tetapi, faktor gen atau keturunan bisa menjadi penyebab seseorang atau anak-anak mengalami skoliosis. Dikutip dari National Health Service, berikut beberapa penyebab skoliosis yang perlu diketahui:

  • Skoliosis neuromuskular disebabkan oleh kelainan pada sistem saraf atau sistem otot
  • Skoliosis degeneratif disebabkan karena bertambahnya usia
  • Skoliosis idiopatik (bawaan) disebabkan faktor genetik dan keturunan

Cara Mengobati Skoliosis

Perawatan atau cara mengobatinya tergantung pada seberapa buruk penyakit skoliosis yang dialami. Banyak orang yang tidak memerlukan perawatan apapun karena kondisi penyakit ini tergolong ringan.

Namun, bila seseorang mengalami skoliosis yang tergolong buruk, beberapa perawatan ini perlu dilakukan. Dikutip dari National Health Service berikut informasinya:

Pengobatan skoliosis untuk orang dewasa

1. Mengonsumsi obat painkiller

Obat ini membantu menghilangkan rasa sakit akibat skoliosis. Biasanya Obat painkiller NSAID seperti ibuprofen digunakan sebagai pengobatan pertama yang direkomendasikan.

2. Suntik tulang belakang

Skoliosis umumnya dapat mengiritasi atau memberi tekanan pada saraf di sekitar tulang belakang. Kondisi inilah yang menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan sensasi kesemutan yang dirasakan.

Jika sudah seperti ini, suntik tulang belakang seperti anestesi dapat membantu meredakan rasa sakit. Namun, cara ini hanya bertahan beberapa bulan atau minggu.

3. Operasi tulang belakang

Beberapa operasi yang direkomendasikan, yaitu:

  • Laminektomi: Bagian dari 1 tulang belakang (vertebrae) diangkat untuk mengurangi tekanan pada saraf
  • Discectomy: Bagian dari 1 cakram di antara tulang belakang diangkat untuk mengurangi tekanan pada saraf
  • Fusi tulang belakang: 2 tulang belakang atau lebih digabungkan untuk menstabilkan, memperkuat, dan meluruskan tulang belakang

Pengobatan skoliosis untuk anak

1. Gips

Penggunaan gips yang dipakai secara terus-menerus akan membantu untuk meluruskan tulang belakang pada bayi dan balita yang mengalami skoliosis.

2. Penyangga tulang belakang

Jika lekukan tulang atau skoliosis pada anak semakin memburuk, spesialis biasanya akan menyarankan untuk menggunakan penyangga punggung. Cara ini tidak menyembuhkan skoliosis, tetapi membantu menghentikan kondisi yang lebih buruk.

3. Operasi

Operasi dapat dilakukan juga untuk anak-anak dan bahkan usia di bawah 10 tahun. Cara ini dapat membantu menghentikan penyakit skoliosis yang semakin buruk.

Kapan harus ke dokter?

Seseorang atau anak yang mengalami skoliosis tergolong buruk, biasanya akan menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti susah bernapas, sakit yang menjalar ke punggung, atau bahkan adanya tulang menonjol.Jika sudah seperti ini segera pergi ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Ingat ya guys, jangan diabaikan. Karena kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan memperburuk tulang belakang.



Simak Video "5 Fakta Skoliosis, Kelainan Tulang yang Diidap Jessica Mila Sejak SMP"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)