Jumat, 07 Jan 2022 05:24 WIB

Round Up

Satgas Sebut COVID Naik Tapi BOR Isolasi Turun, Dampak Omicron atau Vaksin?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
wooden blocks with the word omicron surrounded by wooden figurines as symbol for covid-19 crisis Varian Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Stockhausen)
Jakarta -

Satas penanganan COVID-19 menyebut kasus positif dan penularan COVID-19 meningkat belakangan ini, tetapi kematian dan BOR (bed occupancy rate) cenderung turun. Dampak munculnya Omicron, atau cakupan vaksinasi?

Juru bicara satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkap ada 4 indikator yang menunjukkan adanya peningkatan kasus COVID-19 dalam dua pekan terakhir. Pertama, penambahan kasus positif harian saat ini menyentuh angka 400-500 kasus dalam sehari.

"Penambahan kasus positif sebesar 400 kasus positif terakhir terjadi pada November 2021," papar Prof Wiku dalam konferensi pers Kamis (6/1/2022).

Kedua, kasus aktif harian konsisten naik dalam sepekan terakhir. Selain itu, positivity rate juga mengalami kenaikan dari 0,07 persen menjadi 0,19 persen dalam dua pekan terakhir.

Terakhir, BOR isolasi di rumah sakit rujukan secara konsisten mengalami peningkatan dalam 14 hari ke belakang. Jika dua pekan lalu angkanya ada di 1,38 persen, saat ini sudah mencapai 3,35 persen.

"Adanya peningkatan pada 4 indikator tersebut, yaitu kasus aktif, kasus positif, positivity rate, dan BOR isolasi, merupakan fakta bahwa telah terjadi peningkatna penularan di masyarakat," tegas Prof Wiku.

Kabar baiknya, ada dua indikator yang menunjukkan penurunan. Angka kematian dalam 14 hari terakhir turun dari 8 kasus perhari, kini menjadi sekitar 4 kasus perhari. Selain itu, BOR ruang ICU (intensive care unit) turun dari 3,95 persen menjadi 3,23 persen.

"Menunjukkan tingkat penularan dan jumlah orang positif yang tidak diikuti dengan kebutuhan perawatan dan kematian," jelas Prof Wiku.

Menurut Prof Wiku, ada dua kemungkinan di balik fakta tersebut. Pertama, karena sifat varian Omicron yang lebih 'jinak'. Kedua, kemungkinan efek kekebalan yang sudah muncul baik karena vaksinasi maupun infeksi membuat dampak infeksi jadi lebih ringan meski penularan meningkat. Kemungkinan tersebut masih harus dipelajari lebih lanjut.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)