Jumat, 07 Jan 2022 08:30 WIB

Mengenal Ketoconazole, Obat Antijamur untuk Atasi Ketombe dan Panu

Maulida Balqis - detikHealth
Woman smears cream on her leg at home on the floor. Girl wears white towel. Skincare and beauty concept Ketoconazole (Foto: Getty Images/iStockphoto/Emilija Randjelovic)
Jakarta -

Ketoconazole. Infeksi jamur pada kulit memang bisa sangat mengganggu, terlebih bila menimbulkan rasa gatal yang hebat, seperti misalnya ketombe dan panu. Untuk mengatasinya, berbagai macam obat antijamur bisa digunakan, mulai dari obat berbentuk krim, obat minum, hingga obat yang telah dicampurkan ke dalam produk perawatan tubuh. Salah satu obat antijamur yang bisa digunakan adalah Ketoconazole. Obat antijamur ini banyak diproduksi sebagai obat krim dan juga shampo antijamur untuk mengatasi jamur pada kulit dan rambut.

Ketoconazole merupakan obat antijamur dari kelompok Azoles yang ditujukan untuk mengobati infeksi jamur pada kulit dan rambut. Ketoconazole umumnya harus digunakan sendiri tanpa dikombinasi dengan obat antijamur lainnya.

Meski merupakan obat antijamur, faktanya Ketoconazole tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada kuku tangan dan kaki. Ia juga tidak diperkenankan digunakan dalam pengobatan kanker prostat atau sindrom cushing.

Penting untuk dicatat, beberapa produk Ketoconazole merupakan obat keras yang hanya bisa digunakan atas resep dan petunjuk dokter. Jangan lupa untuk konsultasi dulu ya!

Manfaat Ketoconazole

Ketoconazole banyak digunakan sebagai produk perawatan seperti shampo. Shampo Ketoconazole dirancang khusus untuk mengobati infeksi jamur yang ada di kulit kepala. Shampo ini dapat digunakan untuk membasmi ketombe membandel, psoriasis, infeksi tinea, dan kondisi kulit kepala lainnya.

Selain shampo, Ketoconazole juga banyak digunakan sebagai krim untuk mengobati infeksi jamur pada kulit seperti kutu air, gatal di selangkangan, dan kurap. Dikutip dari WebMD, krim Ketoconazole juga kerap digunakan untuk mengobati kondisi kulit yang dikenal dengan pityriasis (panu) yakni infeksi jamur yang menyebabkan kulit berwarna terang maupun gelap. Obat antijamur jenis azoles ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan jamur di kulit.

Cara Menggunakan Ketoconazole

Untuk penggunaan shampo Ketoconazole, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut. Namun perlu diperhatikan, shampo Ketoconazole perlu digunakan sesuai dengan instruksi pada label dan/atau anjuran dari dokter.

  • Oleskan shampo ke rambut yang basah
  • Gosok kulit kepala sampai berbusa
  • Diamkan selama sekitar 3-5 menit hingga shampo meresap ke kulit kepala
  • Usapkan juga ke seluruh rambut mulai dari pangkal hingga ujung rambut.
  • Bilas dengan bersih
  • Anda dapat melihat hasilnya dalam dua hingga empat minggu setelah pemakaian.

Untuk penggunaan krim Ketoconazole, beberapa cara berikut dapat Anda lakukan:

  • Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diobati
  • Oleskan krim pada kulit yang terinfeksi
  • Lakukan sebanyak 2 kali sehari atau seperti yang dianjurkan dokter
  • Cuci tangan dengan bersih setelah mengoleskan krim
  • Jangan membungkus, menutup, atau membalut area yang terinfeksi kecuali dianjurkan oleh dokter
  • Jangan oleskan pada mata, hidung, mulut, atau vagina. Bila terkena mata, segera bilas sampai bersih
  • Dosis dan lama pengobatan tergantung pada jenis infeksi yang diobati

Efek Samping

Penggunaan shampo Ketoconazole umumnya memiliki beberapa efek samping, antara lain gatal, sensasi terbakar, hipersensitivitas, kulit kering, alopecia, pembengkakan, ruam, serta iritasi.

Sementara itu, penggunaan krim Ketoconazole memiliki beberapa efek samping, yaitu rasa menyengat, pembengkakan, iritasi, maupun kemerahan pada kulit yang dioleskan krim.

Bila mengalami efek samping yang buruk baik pada penggunaan shampo maupun krim, segeralah konsultasi dengan dokter.



Simak Video "Tawaran Vaksin Covid-19 dari Korsel Masih Dicuekin Korut"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)