Melonjak 117 Ribu Kasus! Begini Kondisi Corona India Usai Diserang Omicron

ADVERTISEMENT

Melonjak 117 Ribu Kasus! Begini Kondisi Corona India Usai Diserang Omicron

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 07 Jan 2022 15:45 WIB
A health worker administers the vaccine for COVID-19 in New Delhi, India, Tuesday, Aug. 24, 2021. (AP Photo/Manish Swarup)
Corona di India. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Kasus COVID-19 harian India melonjak menembus 117.100 kasus per Jumat (7/1/2022). Meningkat lima kali lipat dalam sepekan, hampir menyentuh angka di puncak kasus COVID-19 akibat Delta.

Dikutip dari Reuters, pejabat pemerintah kini memprediksi kasus harian COVID-19 bisa mencapai 414 ribu di Mei mendatang. Berkaca pada apa yang terjadi di Amerika Serikat, saat kasus harian menanjak gila-gilaan, mencapai 1 juta kasus per hari.

Meski begitu, pemerintah India meyakini tingginya gelombang infeksi baru akibat Omicron tak akan berdampak pada tingkat keparahan penyakit. Pasalnya, cakupan vaksinasi di India sudah cukup tinggi, ditambah antibodi akibat infeksi alami di gelombang COVID-19 Delta.

Hampir 70 persen orang India telah terpapar virus Corona pada pertengahan tahun lalu, sementara proporsi orang dewasa yang sudah divaksinasi lengkap juga hampir sama mencapai 70 persen.

Pejabat kesehatan di ibu kota, New Delhi, dan negara bagian Maharashtra, rumah bagi kota Mumbai, yang menyumbang sebagian besar kasus baru Omicron menekankan fasilitas RS belum terlihat terbebani. Banyak pasien COVID-19 Omicron yang disebut sudah pulih dengan cepat saat dirawat di rumah.

"Di Mumbai, sekitar seperempat dari semua tes positif Omicron tetapi kurang dari seperlima dari mereka yang tertular virus Omicron membutuhkan rawat inap," kata Menteri Kesehatan Maharashtra Rajesh Tope kepada wartawan.

"Sekitar 80 persen tempat tidur rumah sakit masih kosong," katanya.

"Permintaan oksigen tidak meningkat seperti jumlah kasus yang meningkat. Saat ini, tidak ada rencana untuk memberlakukan lockdown. Jika diperlukan, kami dapat meningkatkan pembatasan."

Negara bagian telah menutup sekolah dan perguruan tinggi dan membatasi jumlah orang yang diizinkan masuk bioskop. Pesta-pesta seperti pernikahan dan acara lainnya juga dibatasi.

New Delhi, di mana kasus harian meningkat lebih dari lima kali dalam seminggu, dikunci selama 55 jam sejak Jumat malam hingga Senin pagi.

Pihak berwenang juga telah memberlakukan jam malam pada hari kerja, menutup sekolah, dan memerintahkan sebagian besar toko hanya buka pada hari-hari alternatif ketika tidak ada jam malam.

Kematian COVID-19 India naik 302 pada hari Jumat, menjadikan totalnya mencapai 483.178. Total infeksi COVID-19 mencapai 35,23 juta, hanya lebih sedikit dari penghitungan AS sekitar 58 juta.

(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT