Ancaman Tahun ke-3 Pandemi COVID-19: Ini Komparasi Delta, Omicron, dan IHU

ADVERTISEMENT

Ancaman Tahun ke-3 Pandemi COVID-19: Ini Komparasi Delta, Omicron, dan IHU

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kamis, 06 Jan 2022 13:31 WIB
Virus Corona Varian Delta Melonjak di RI, Ini Fakta-faktanya
Komparasi varian Delta, Omicron, IHU yang menyebar di tengah pandemi COVID-19. (Foto ilustrasi: Getty Images/loops7)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 sudah memasuki tahun ketiganya sejak pertama kali ditemukan di akhir 2019 silam. Banyak negara masih berjuang mengatasi pandemi, ditambah kemunculan berbagai varian Corona yang semakin membuat khawatir, seperti varian Delta dan Omicron yang kini sudah menyebar ke banyak negara di dunia.

Belum lama ini, sebuah varian kembali ditemukan oleh para ilmuwan di Prancis yang disebut varian IHU atau B.1640.2. Dengan jumlah mutasi yang cukup banyak, varian yang diberi nama sesuai lembaga yang melaporkannya yakni IHU Mediterranee Infection ini disebut-sebut bisa lebih menular daripada Omicron.

Sama-sama jadi sorotan, ketiga varian ini juga memiliki beberapa perbedaan. Mulai dari jumlah mutasi hingga kemampuan transmisi atau penularannya, hingga klasifikasinya. Berikut beberapa perbedaan dari ketiga varian tersebut yang dirangkum detikcom dari laman CNBCTV 18.

Mutasi genetik

- Varian Delta

Varian Delta atau B.1.617.2 ini pertama kali diidentifikasi di India pada akhir tahun 2020 lalu. Varian ini memiliki 13 mutasi genomik, sembilan di antaranya terletak pada spike protein.

Spike protein merupakan bagian dari virus yang bertanggung jawab untuk mengikat dan menginfeksi sel manusia.

Dari sembilan mutasi ini, empat di antaranya menjadi perhatian khusus. Sebab, mutasi tersebut membuat varian ini lebih mudah menular, memiliki infektivitas tingkat sel yang lebih besar, dan lebih mudah menghindari respons imun manusia yang terbentuk dari infeksi sebelumnya maupun vaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan varian ini sebagai varian yang menjadi perhatian atau Variant of Concern (VoC) karena mutasi yang dimilikinya.

- Varian Omicron

Varian Omicron pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada November 2021 usai dideteksi pada pasien tanpa gejala atau asimtomatik. Berdasarkan pengurutan genom varian ini memiliki total 50 mutasi dalam struktur genetiknya, 36 di antaranya hanya terletak pada spike protein.

Varian dengan galur atau lineage B.1.1.529 ini memiliki struktur genomik yang sangat bermutasi dan lebih cepat menular. Hal ini menjadi alasan dari WHO untuk mengklasifikasikannya sebagai VoC.

- Varian IHU

Varian IHU atau B.1.640.2 ini diidentifikasi pada 12 kasus di Marseilles, Prancis. Varian ini diduga terkait dengan perjalanan dari Kamerun dan masih diselidiki lebih lanjut oleh pihak WHO. Di luar Prancis, varian ini sebenarnya sudah lebih dulu diidentifikasi pada September 2021.

Dari penelitian yang ada, varian IHU ini memiliki banyak mutasi. Ditemukan ada 46 mutasi, dan 14 di antaranya terdapat pada spike protein varian tersebut. Meski demikian, WHO masih menempatkan varian ini dalam kategori Variant under Monitoring (VUM).

Penularan, virulensi, dan dampaknya pada efikasi vaksin

- Varian Delta

Menurut WHO, varian Delta memiliki transmisibilitas dan virulensi yang lebih tinggi daripada varian asli dari SARS-CoV-2. Para ilmuwan di Inggris memperkirakan bahwa varian Delta bisa menular 2 kali lebih banyak dari strain aslinya yang pertama kali diidentifikasi pada akhir 2019.

Dari data yang ada, varian ini diperkirakan menyebabkan risiko rawat inap 2 kali lipat lebih tinggi, risiko intervensi ICU hampir 3 kali lipat, dan risiko kematian 2 kali lipat lebih tinggi dari varian aslinya.

Selain itu, dari penelitian yang ada ditemukan bahwa secara keseluruhan vaksin kurang efektif dalam mencegah varian Delta. Namun, vaksin COVID-19 yang ada saat ini masih memberikan perlindungan terhadap gejala yang lebih parah akibat varian ini.

- Varian Omicron

Sampai saat ini, informasi soal varian Omicron masih terus bermunculan. Meski disebut tidak lebih parah dari varian Delta, dari temuan awal Omicron ini mampu 4 kali lebih cepat menular daripada varian Delta.

Varian Delta membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa menyebar ke seluruh dunia. Sementara varian Omicron, hanya membutuhkan waktu beberapa minggu saja untuk bisa menyebar ke banyak negara.

Meskipun lebih cepat menular, varian Omicron ini jauh lebih ringan. Data awal menunjukkan bahwa risiko rawat inap akibat varian ini 29 persen lebih ringan daripada varian sebelumnya.

Tapi, pada saat yang sama penelitian baru juga menunjukkan bahwa varian Omicron ini jauh lebih mahir untuk lolos dari respons imun tubuh manusia yang terbentuk dari infeksi sebelumnya maupun vaksin.

- Varian IHU

Hingga kini, masih belum banyak yang diketahui tentang varian IHU ini, karena baru terdeteksi pada 12 orang. Namun, varian tersebut memiliki mutasi yang sama dengan beberapa VoC lainnya.

Mutasi-mutasi tersebut membuat varian IHU lebih mudah menyebar dan lolos dari antibodi. Tetapi, sampai saat ini varian tersebut belum menyebar ke wilayah lain.

Dari jumlah kasus yang masih sangat sedikit, diperkirakan varian ini tidak lebih menular dan menghindari antibodi seperti varian Omicron. Meski jumlah mutasinya banyak, varian ini tampaknya tidak bisa mengalahkan varian Omicron.



Simak Video "Jokowi Sampaikan Puja-puji Dunia soal Keberhasilan RI Tangani Covid"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT