Jumat, 07 Jan 2022 18:32 WIB

Negara Ini Laporkan Kasus Kematian Pertama Terkait Flurona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept Satu negara melaporkan kasus kematian pertama terkait Flurona. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/loops7)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan Peru melaporkan kasus kematian pertama terkait Flurona. Kasus ini dialami seorang pasien berusia 87 tahun dengan penyakit penyerta dan tidak divaksinasi COVID-19.

Pasien ini merupakan salah satu dari tiga kasus Flurona yang terdeteksi di wilayah Amazonas, Peru Utara. Hal ini disampaikan oleh Cesar Munayco, seorang peneliti di Pusat Nasional untuk Epidemiologi, Pencegahan, dan Pengendalian Penyakit.

"Dua kasus lainnya termasuk seorang anak di bawah umur dan seorang berusia 40 tahun yang telah divaksinasi penuh terhadap COVID-19," kata Munayco yang dikutip dari Xinhua Net, Jumat (7/1/2022).

Flurona merupakan infeksi ganda COVID-19 dan flu yang pertama kali ditemukan di Israel. Hal ini menjadi heboh lantaran dikhawatirkan bisa memicu keparahan penyakit.

Munayco mengatakan mereka yang terinfeksi Flurona mengalami gejala seperti batuk, sakit tenggorokan, dan malaise umum. Untuk itu, ia mendesak agar masyarakat segera mendapatkan vaksin COVID-19 dan influenza untuk mengurangi risiko kematian.

"Ini penting untuk diperhitungkan, karena saat ini kita memiliki wabah besar influenza H3N2 di hutan negara, seperti (wilayah) Loreto, San Martin, Amazonas dan Ucayali," beber dia.



Simak Video "Langkah Israel Usai Kemunculan Kasus 'Florona'"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)