Sabtu, 08 Jan 2022 05:34 WIB

Mengenal Tes PCR-SGTF, Deteksi Awal Omicron yang Juga Dipakai Ashanty

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Ilustrasi Tes Swab Ilustrasi PCR SGTF (Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo)
Jakarta -

Baru-baru ini, satgas COVID-19 memastikan istri Anang Hermansyah positif virus Corona setelah menjalani tes PCR SGTF (S-gene target failure). Tes ini merupakan salah satu metode untuk deteksi awal varian Omicron.

Ketika diwawancara, ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas COVID-19, Hery Trianto, tak menjelaskan apakah status Ashanty adalah probable Omicron atau bukan. Namun yang pasti, istri Anang ini sudah dipindahkan dari tempat karantina ke rumah sakit.

"Yang bersangkutan sudah dibawa ke salah satu fasilitas kesehatan, di rumah sakit rujukan," jelas Hery saat dihubungi detikcom Jumat (7/1/2022).

Apa Itu PCR SGTF dan Kenapa Bisa Mendeteksi Varian Omicron?

Sejak kemunculan varian Omicron, para ilmuwan menciptakan metode deteksi baru yaitu PCR SGTF. Metode ini menggunakan kit RT-PCR tetapi dengan reagen khusus untuk mengidentifikasi 'S' Gene Target Failure (SGTF) yang dimiliki varian Omicron.

Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut metode tes PCR SGTF lebih cepat mendeteksi varian Omicron.

"Selain dengan tes WGS (Whole Genome Sequencing) kita juga sudah menggunakan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan SGTF yang bisa jauh lebih cepat mendeteksi," ucap Menkes dalam konferensi pers Update PPKM, Senin (20/12/2021).

Tes PCR dengan SGTF ini dapat mendeteksi kekhasan varian Omicron yang tidak memiliki elemen 'S-gene'. Ketika hasil tes PCR menunjukkan positif dan tidak memiliki elemen tersebut, maka kasus ini dikategorikan sebagai probable dengan kemungkinan besar merupakan varian Omicron.

Dikutip dari Indian Express, 'S-gene' tidak terdeteksi dalam uji RT-PCR Thermofisher lantaran mutasi pada gen, sedangkan target gen lain seperti E, N, Rd, dan Rp gen bisa terdeteksi.

Tak hanya itu, dalam konferensi pers pekan lalu, Menkes menyinggung tes PCR yang bisa menjadi deteksi awal varian Omicron dalam waktu 4-6 jam. Sampel yang terdeteksi positif dengan tes tersebut dikategorikan probable Omicron.

"Tes PCR dengan SGTF berfungsi sebagai marker, jadi tidak 100 persen seperti WGS. Tapi kemungkinan besar bisa mendeteksi Omicron dalam waktu 4-6 jam saja. Sedangkan WGS membutuhkan 3-5 hari," jelas Menkes.

Meskipun demikian, hasil deteksi PCR SGTF tetap harus dikonfirmasi dengan Whole Genome Sequencing (WGS) lantaran SGTF hanya mendeteksi salah satu mutasi khas varian Omicron.

Menkes baru-baru ini juga mendatangkan 15 mesin WGS baru yang nantinya akan disebar ke pulau-pulau di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi varian Omicron lebih cepat.





Simak Video "Reagen SGTF dan WGS di Yogya Langka, Uji Sampel Omicron Mandek"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)