Senin, 10 Jan 2022 13:34 WIB

BPOM Izinkan Vaksin Booster, Pakar Sebut Bisa Kurangi Risiko Gejala Omicron

Firdaus Anwar - detikHealth
Omicron di Surabaya kini tercatat terdapat dua pasien yang saat ini masih dirawat di rumah sakit. Bagaimana kondisi terbarunya saat ini? Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah meresmikan 5 jenis vaksin COVID-19 sebagai booster atau dosis tambahan untuk masyarakat umum pada 12 Januari mendatang. Vaksin yang akan digunakan adalah dari CoronaVax, Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax.

Program vaksin booster ini dilakukan berdasarkan pertimbangan tingkat antibodi penyintas atau penerima vaksin dosis lengkap yang bisa berkurang seiring berjalannya waktu. Kemudian ditambah ancaman menyebarnya varian baru Omicron yang disebut lebih bisa menghindari sistem imun.

Eks Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) wilayah Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan booster berfungsi memperkuat imunitas orang yang sudah divaksinasi. Studi melihat pemberian booster bisa mengurangi risiko munculnya gejala sampai 57 persen.

"Mereka yang sudah mendapat vaksinasi dosis ke tiga atau booster punya risiko 57 persen lebih rendah untuk menunjukkan gejala-gejala sesudah terinfeksi Omicron," ungkap Prof Tjandra dalam siaran yang diterima detikcom pada Senin (10/1/2022).

Data yang dihimpun Kementerian Kesehatan RI bisa jadi cerminan hal tersebut. Dari 414 orang yang terkonfirmasi positif Omicron hingga Sabtu (8/1/2022), sebagian besar orang yang sudah divaksinasi lengkap mengalami gejala ringan atau tanpa gejala.

Di antara pasien positif ada satu tenaga kesehatan (nakes) yang sudah mendapat booster. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan kondisi sang nakes baik-baik saja.

"Sehat tidak bergejala," ujar Nadia beberapa waktu lalu.

"Artinya kita bisa sampaikan bahwa vaksin yang diberikan memberikan efek perlindungan pada gejala sakit berat dan kematian," jelasnya.



Simak Video "Apakah Suntikan Booster Efektif Lawan Varian Baru Covid-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)