Senin, 10 Jan 2022 18:16 WIB

Pakar WHO: Jangan Sebut Deltacron, Flurona, Flurone Please!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Omicron Variant on test tube - New Variant of Covid 19 Foto: Getty Images/iStockphoto/DMEPhotography
Jakarta -

Lagi-lagi dunia dibuat geger oleh klaim ilmuwan soal varian baru dari COVID-19, yaitu Deltacron. Para ilmuwan di Siprus mengklaim bahwa Deltacron ini merupakan varian virus Corona gabungan Delta dan Omicron.

Namun, kepala teknis WHO untuk COVID-19, Maria Van Kerkhove, memperingatkan untuk tidak menggunakan istilah tidak resmi seperti Deltacron ini. Hal itu disampaikan lewat postingan di akun Twitter miliknya.

"Jangan gunakan kata-kata seperti deltacron, flurona, atau flurone. Please," cuit Maria di akun Twitter @mvankerkhove, yang dilihat detikcom pada Senin (10/1/2022).

Dalam postingannya, ia mengatakan bahwa kata 'Deltacron' yang menyiratkan adanya kombinasi dari suatu varian itu tidak terjadi. Menurutnya, mungkin itu hanya hasil dari kontaminasi selama pengurutan.

"Kata-kata ini menyiratkan kombinasi virus/varian & ini tidak terjadi. 'Deltacron' kemungkinan kontaminasi selama pengurutan, #SARSCoV2 terus berkembang," jelasnya.




Pada postingan yang sama, Maria juga menyinggung soal virus 'Flurona ataupun Flurone'. Ia juga meminta agar tidak lagi menggunakan kata atau istilah itu. Kombinasi infeksi flu dan virus Corona kerap juga disebut Florona.

Di postingan sebelumnya, Maria mengatakan bahwa koinfeksi COVID-19 dan influenza ini bisa terjadi selama pandemi.

"Ada banyak pertanyaan dalam beberapa hari terakhir tentang koinfeksi dengan #COVID19 dan influenza - ini dapat dan telah terjadi selama pandemi," tulis Maria.

"Dengan lebih banyak orang berinteraksi dengan penggunaan kesehatan masyarakat & tindakan sosial yang terbatas, PLUS sirkulasi flu & #COVID19 , kita akan melihat koinfeksi terjadi," pungkasnya.






Simak Video "Epidemiolog China: Perlu Banyak Data untuk Meneliti Deltacron"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)