Selasa, 11 Jan 2022 06:30 WIB

Round Up

Disetujui BPOM, Ini Panduan Lengkap 'Mix-Match' Booster Vaksin COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Panduan vaksin booster dari BPOM Panduan memilih booster vaksin COVID-19 yang sesuai dengan vaksin primer (Foto: infografis detikHealth)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui 5 jenis vaksin COVID-19 yang akan digunakan sebagai booster. Masing-masing telah ditentukan apakah akan diberikan secara homolog (untuk penerima vaksin primer jenis yang sama) atau heterolog (untuk penerima vaksin primer jenis yang berbeda).

Kelima jenis vaksin COVID-19 yang telah mendapat emergency use authorization (EUA) dari BPOM adalah sebagai berikut:

  1. Sinovac (CoronaVac atau Vaksin COVID-19 Bio Farma)
  2. Vaksin Pfizer (Comirnaty)
  3. Vaksin AstraZeneca (Vaxzevria dan Kconecavac)
  4. Vaksin Moderna
  5. Vaksin Zifivax (Anhui).

Pemberian booster vaksin COVID-19 didasari oleh data imunogenesitas yang menunjukkan penurunan hingga di bawah 30 persen setelah 6 bulan pemberian vaksin primer (dosis 1-2). Sementara itu, kekebalan yang cukup masih dibutuhkan di tengah ancaman varian Omicron.

Dari kelima vaksin COVID-19 yang sudah disetujui sebagai booster, BPOM menjabarkan kesesuaian antara jenis vaksin booster dengan jenis vaksin primer, sebagai berikut.

1. Vaksin Sinovac

Dikenal juga sebagai vaksin CoronaVac atau Vaksin COVID-19 Bio Farma, Sinovac menjadi vaksin COVID-19 pertama yang mendapat izin sebagai booster homolog.

  • Booster diberikan dalam 1 dosis (full dose), minimal 6 bulan setelah vaksinasi lengkap
  • Usia minimal 18 tahun
  • Meningkatkan titer antibodi netralisasi 21-35 kali dalam 28 hari setelah booster
  • Diberikan pada penerima vaksin primer (dosis 1-2) Sinovac.

2. Vaksin Pfizer

Nama resminya adalah vaksin Comirnaty, diberikan sebagai booster vaksin COVID-19 homolog.

  • Booster diberikan dalam 1 dosis (full dose), minimal 6 bulan setelah dosis lengkap
  • Usia 18 tahun ke atas
  • Meningkatkan titer antibodi netralisasi dalam sebulan setelah booster 3,29 kali lebih tinggi dibanding pada 28 hari setelah vaksinasi primer (dosis 1-2)
  • Diberikan pada penerima vaksin primer Pfizer
Panduan vaksin booster dari BPOMPanduan vaksin booster dari BPOM Foto: infografis detikHealth

3. Vaksin AstreZeneca

Memiliki nama dagang Vaxzevria dan Kconecavac, diberikan sebagai booster homolog.

  • Booster diberikan dalam 1 dosis (full dose), minimal 6 bulan setelah dosis lengkap
  • Usia 18 tahun ke atas
  • Meningkatkan titer antibodi IgG dari 1792 menjadi 3746
  • Diberikan pada penerima vaksin primer AstraZeneca

Vaksin Moderna dan Zifivax menjadi jenis booster yang bisa diberikan secara heterolog. Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Daftar Kombinasi Vaksin Booster Tambahan Versi BPOM"
[Gambas:Video 20detik]