Selasa, 11 Jan 2022 17:44 WIB

Menkes Ungkap Alasan Booster Pfizer dan Moderna Diberikan Setengah Dosis

Vidya Pinandhita - detikHealth
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin hadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR. Raker itu membahas pengeluaran pemerintah terkait belanja di sektor kesehatan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pemberian booster atau dosis lanjutan vaksin COVID-19 dimulai besok, 12 Januari 2022. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, untuk orang yang pada vaksinasi primer dosis 1-2 menggunakan Sinovac, booster menggunakan setengah dosis Pfizer atau AstraZeneca. Kemudian penerima dosis 1-2 AstraZeneca, akan menerima booster setengah dosis Moderna.

Berdasarkan penelitian yang sudah berlangsung di dalam dan luar negeri, cara heterologous atau penggunaan booster jenis vaksin COVID-19 berbeda dengan dosis 1-2 menimbulkan peningkatan antibodi lebih baik dibandingkan homologous alias penggunaan jenis vaksin booster sama dengan dosis 1-2.

"Beberapa penelitian dalam negeri dan luar negeri sudah menunjukkan bahwa vaksin booster heterologous atau vaksin booster dengan kombinasi jenis berbeda menunjukkan peningkatan antibodi relatif sama atau lebih baik dari vaksin booster homologous atau vaksin booster dengan jenis yang sama," beber Menkes dalam konferensi pers virtual, Selasa (11/1/2022).

Selain itu menurutnya, berdasarkan penelitian yang sudah berlangsung, pemberian booster dengan setengah dosis vaksin COVID-19 menimbulkan peningkatan antibodi lebih baik, disertai risiko Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang lebih ringan.

"Hasil penelitian dalam dan luar negeri juga termasuk yang dilakukan tim peneliti Indonesia menunjukkan bahwa vaksin booster setengah dosis menunjukkan peningkatan level antibodi yang relatif sama atau lebih baik dari booster dosis penuh dan memberikan dampak KIPI yang lebih ringan," sambung Menkes.



Simak Video "Efektivitas Mix and Match Booster Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)