Selasa, 11 Jan 2022 22:10 WIB

Nanjak Terus! Kasus Transmisi Lokal Omicron DKI Jadi 89 Orang

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
wooden blocks with the word omicron surrounded by wooden figurines as symbol for covid-19 crisis DKI Jakarta mencatat 89 kasus Omicron. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Stockhausen)
Jakarta -

Kasus Omicron di DKI Jakarta nanjak terus, per Selasa (11/1/2022) jumlahnya mencapai 498 kasus. Dari total infeksi Omicron yang dilaporkan, 82,1 persen di antaranya adalah pelaku perjalan luar negeri.

Sayangnya, transmisi atau penularan lokal juga terus bertambah. Semula di Senin (10/1/2022) tercatat sebanyak 57 kasus, kini totalnya menembus 89 orang.

Diutarakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, kasus aktif COVID-19 DKI Jakarta juga kembali meningkat. Total pasien yang masih dirawat atau isolasi berjumlah 2.483, per Selasa (11/1/2022) bertambah 354 kasus.

"Perlu digarisbawahi bahwa 1.910 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sedangkan, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 537 orang sehingga total 868.199 kasus, yang mana 435 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri," terangnya dalam laman resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Angka positivity rate Corona DKI Jakarta sepekan terakhir berada di 2,6 persen, sementara persentase kasus positif secata total sebesar 10,9 persen. Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar persentasi kasus positif tak lebih dari 5 persen.

Meski begitu, Dwi menekankan jika mengacu pada target testing WHO, DKI Jakarta sudah berhasil melampaui target tersebut selama beberapa waktu ke belakang.

Target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu, artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 91.542 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 745.602 per sejuta penduduk," tambah Dwi.



Simak Video "WHO Temukan Bukti Gejala Omicron Lebih Ringan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)