Rabu, 12 Jan 2022 07:56 WIB

Kombinasi Vaksin Booster COVID-19: Pakai Sinovac Bisa dapat Pfizer-AstraZeneca

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Vaksin virus Corona dari Sinovac dikabarkan siap edar ke seluruh dunia awal 2021. Seperti apa proses pembuatan vaksin yang kini sedang jalani uji klinis itu? Vaksin Sinovac. (Foto: Getty Images/Kevin Frayer)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkap pemberian booster COVID-19 hanya diberikan setengah dosis. Disebutkan efek samping pemberian vaksin setengah dosis akan jauh lebih ringan.

"Vaksin booster setengah dosis menunjukkan peningkatan level antibodi yang relatif sama dengan vaksin booster dosis penuh, dan memberikan dampak KIPI yang lebih ringan," kata Menkes dalam konferensi pers, Selasa (11/1/2022).

Suntikan vaksin booster COVID-19 dilakukan dengan metode homologous (vaksin yang sama dengan dosis satu dan dua) dan heterologous (vaksin yang berbeda dengan dua suntikan sebelumnya).

Kombinasi booster COVID-19:

  • Penerima vaksin COVID-19 primer (dosis 1-2) Sinovac menggunakan booster Pfizer setengah dosis
  • Penerima vaksin COVID-19 primer (dosis 1-2) Sinovac menggunakan booster AstraZeneca setengah dosis
  • Penerima vaksin COVID-19 primer (dosis 1-2) AstraZeneca menggunakan booster Moderna setengah dosis

Lebih lanjut, kombinasi ini kata Menkes, sudah mendapatkan persetujuan dari BPOM dan juga rekomendasi dari ITAGI. Kombinasi vaksin booster juga sudah sesuai dengan rekomendasi WHO di mana pemberian vaksin booster dapat menggunakan vaksin yang sejenis atau homolog atau juga bisa vaksin yang berbeda atau heterolog.

"Vaksinasi booster ini penting bagi seluruh rakyat Indonesia diberikan sebagai komitmen dari pemerintah untuk melindungi seluruh masyarakat Indonesia dari ancaman COVID-19 dan termasuk varian-varian barunya," pungkasnya.

Tonton video 'Vaksinasi Booster Gratis Dimulai Hari Ini, Catat Skemanya!' di sini:

[Gambas:Video 20detik]



(kna/up)