Kamis, 13 Jan 2022 10:31 WIB

India Dihantui 'Tsunami' COVID-19, 241 Ribu Orang Terinfeksi dalam 24 Jam

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Usai dihantam tsunami Corona, India kembali buka perbatasannya untuk turis asing mulai Oktober lalu. Hanya turis yang telah divaksin COVID-19 yang boleh masuk. Corona India dibayangi tsunami COVID-19. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

India melaporkan lebih dari 241 ribu kasus baru COVID-19 per Rabu (12/1/2022). Lonjakan tinggi ini kembali dicatat usai negara tersebut 'kemasukan' varian Omicron, varian mengkhawatirkan yang menular lebih cepat ketimbang COVID-19 varian Delta.

Penambahan 241.976 kasus baru membuat total COVID-19 akumulatif sejak pandemi Corona merebak di India mencapai 35.312.486 kasus, berdasarkan catatan Worldometers. Dikutip dari CNBC, lonjakan kasus Corona India hampir delapan kali lipat sejak penambahan harian awal tahun ini.

Kasus kematian COVID-19 dalam waktu yang sama, dilaporkan bertambah 85 orang, sementara penambahan kasus sembuh berkisar 66 ribu kasus. Dibandingkan dengan Brasil dan Amerika Serikat, kasus kematian COVID-19 India masih tercatat lebih rendah.

Karenanya, pemerintah India kini menggencarkan vaksinasi booster dan mewajibkan penggunaan masker di tengah ledakan kasus usai diserang varian Omicron. Vaksinasi booster mulai diberikan pada kelompok pekerja garis depan, lansia, hingga kelompok rentan lainnya.

Sayangnya, meski tengah diterpa lonjakan Omicron, warga India tetap nekat menggelar festival keagamaan rutin di Sungai Gangga. Puluhan ribu peziarah hadir di sebuah pulau di Negara Bagian Bengal Barat, tempat di mana jumlah kasus terbanyak di India dilaporkan, setelah Maharashtra.

"Kami juga telah mengatur percikan air suci dari drone sehingga tidak ada kerumunan, tetapi para sadhus (orang suci Hindu) bertekad untuk berenang. Kami tidak bisa mencegahnya," ujar Bankim Chandra Hazra, Menteri Benggala Barat yang bertanggung jawab menyelenggarakan festival Gangasagar Mela. kepada Reuters.



Simak Video "WHO Jelaskan Penyebab Kasus 'Florona' Bisa Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)