Kamis, 13 Jan 2022 12:27 WIB

Kemenkes Prediksi Omicron RI Bisa Capai 70 Ribu Kasus Sehari

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pemerintah menyebut Indonesia akan menghadapi gelombang varian Omicron baru. Peningkatan kasus Omicron disebut lebih cepat berkembang ketimbang COVID-19 varian Delta. Prediksi Omicron di Indonesia. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI sebelumnya memprediksi puncak kasus Corona Omicron di Indonesia tiba Februari hingga Maret mendatang. Mengutip perkiraan para ahli, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi mengungkap kasus harian bisa menembus 50 ribu hingga 70 ribu kasus.

"Puncak kasus sekitar minggu pertama atau minggu kedua Februari. Kalau kita lihat tidak akan sampai prediksi IHME di atas 300 ribu kasus," beber dr Nadia saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

"Harian perkiraan para ahli 50 ribu sampai 70 ribu kasus positif harian," sambungnya.

Apa risikonya?

Jika jumlah kasus harian COVID-19 Omicron melambung tinggi, bukan tidak mungkin fasilitas kesehatan akan ikut terbebani. Meski fasilitas kesehatan telah disiapkan lebih baik ketimbang masa gelombang varian Delta, keterisian tempat tidur pasien tetap berisiko penuh.

Terlebih, menurut dr Nadia, masa pulih pasien COVID-19 Omicron sama dengan varian Delta. Tidak lebih singkat, melainkan bisa membutuhkan perawatan lebih dari 10 hari.

"Kasus aktif COVID-19 akan banyak karena jumlah harian tinggi, sementara waktu sembuh sama seperti varian Delta 10 hingga 40 hari," jelas dr Nadia.



Simak Video "Simak! 7 Gejala Awal Terpapar Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)