Kamis, 13 Jan 2022 18:03 WIB

Alasan Kemenkes Baru Berikan 4 Kombinasi Vaksin Booster COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Vaksin booster COVID-19. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Pemerintah mulai memberikan vaksinasi lanjutan atau booster pada masyarakat kelompok usia 18 tahun ke atas. Untuk tahap awal, pemerintah memprioritaskan kelompok rentan, seperti lansia atau orang dengan gangguan imun (immunocompromised).

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah saat ini memberikan vaksin booster secara heterolog. Artinya, vaksin ketiga yang diberikan menggunakan jenis atau platform yang berbeda.

"Heterolog menjadi salah satu kebijakan pemerintah, kita menggunakan vaksin ketiga dengan jenis yang berbeda dengan vaksin dosis pertama dan dosis keduanya," beber dr Nadia dalam webinar daring 'Vaksin Booster Hadir, COVID-19 Minggir' Kamis (13/1/2022).

Kenapa diberikan secara heterolog?

Menurut dr Nadia, pemberian vaksin booster secara heterolog ini sebelumnya sudah diteliti. Dari penelitian tersebut, hasil titer antibodinya lebih tinggi.

"Dari penelitian di Chile, Spanyol, kita bisa lihat bahwa dari kombinasi misalnya vaksin platform mRNA 3 kali dibandingkan dengan me-mix-kan (menggunakan jenis vaksin berbeda) kedua jenis regimen itu didapatkan titer antibodi yang lebih tinggi," jelas dr Nadia.

"Dan tentunya kita ingin mendapatkan booster yang paling maksimal dan optimal. Maka kemudian pemerintah mengambil kebijakan seperti itu," bebernya.

Perlu diketahui, di tahap awal vaksinasi booster ini diberikan untuk kelompok masyarakat yang divaksinasi pada periode bulan Januari-Juni. Sebab, salah satu syarat menerima vaksin booster adalah sudah lewat dari 6 bulan sejak dosis lengkap (2 dosis).

"Kebijakan pemerintah saat ini adalah yang menerima booster itu harus 6 bulan minimal. Itu yang mendapatkan vaksinasi pada periode bulan Januari-Juni, dan pada saat itu kita menggunakan vaksin Sinovac dan Astrazeneca. Oleh karena itu, regimen yang kita gunakan adalah untuk sasaran masyarakat di atas usia 18 tahun yang mendapatkan vaksin Sinovac dan AstraZeneca," kata dr Nadia.



Simak Video "Penjelasan Bio Farma soal Uji Efikasi Vaksin Sinovac untuk Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)