Jumat, 14 Jan 2022 18:03 WIB

Fico Fahriza Ditangkap, Ini Alasan Tembakau Gorila Populer di Antara Pemakai

Firdaus Anwar - detikHealth
Kepolisian merilis tersangka komedian Fico Fachriza terkait penyalahgunaan narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, (14/1). Foto: Palevi/detikcom
Jakarta -

Komedian Fico Fahriza diamankan polisi karena diduga memakai narkoba. Wakil Direktur Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Donny Alexander mengatakan pihaknya telah menyita barang bukti tembakau gorila.

"Iya benar (tembakau Gorilla)," kata AKBP Donny Alexander saat dimintai konfirmasi, Jumat (14/1/2022).

Tembakau gorila sendiri merupakan salah satu sebutan untuk produk narkoba ganja sintetis. dr Hari Nugroho dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN), Jakarta, menjelaskan ganja sintetis ini berbeda dari ganja biasa.

"Bentuk aslinya bisa cair atau serbuk, yang kemudian dicampurkan dengan tanaman seperti wild dagga atau tanaman-tanaman lain agar bisa dirokok kayak tembakau biasa. Bisa disemprotkan atau direndam dalam herbal mixture tadi," papar dr Hari pada detikcom saat dimintai keterangan terpisah.

Menurut dr Hari, ada tiga hal yang membuat tembakau gorila atau ganja sintetis populer di antara kalangan pemakai narkoba. Berikut penjelasannya:

1. Efeknya Lebih Kuat

Karena memang sengaja dibuat, senyawa cannabinoid dalam ganja sintetis bersifat lebih kuat mengikat pada reseptor otak. Dampaknya efek 'high' yang dirasakan pemakai bisa jadi lebih hebat daripada ganja biasa.

"Iya mirip seperti ganja tapi lebih poten, puluhan hingga ratusan kali lebih kuat," kata dr Hari.

"Synthetic cannabinoid nempel di reseptor otaknya lebih kuat, sehingga efeknya juga lebih kuat dari pada ganja. Sering menimbulkan problem seperti gejala psikosis lebih kuat, contoh halusinasinya. Kemudian juga bisa menyebabkan mual dan muntah hebat, tekanan darah naik, dan lain sebagainya," lanjutnya.

2. Tidak Berbau

Alasan berikutnya adalah ganja sintetis ini tidak menghasilkan bau yang khas dibanding ganja saat dibakar. Ini membuat seorang pengguna narkoba bisa lebih mudah menghindari dugaan orang lain.

"Menghindari deteksi, karena tidak sebau ganja yang kalau dibakar aromanya khas. Dan sering buat hindari urin tes biar tidak terdeteksi pake ganja," ungkap dr Hari.

3. Mudah diakses

Menurut dr Hari, ganja sintetis lebih mudah diakses daripada ganja biasa. Seseorang bisa saja menggunakan internet untuk mencarinya.

"Akses lebih mudah. Banyak dijual online via IG, bahkan marketplace," pungkas dr Hari.



Simak Video "Penjelasan Dokter soal Coki Pardede Nyabu Lewat Anal Berisiko HIV"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)