Sabtu, 15 Jan 2022 06:00 WIB

Round-Up

Mengenal Tembakau Gorila, Ganja Sintetis yang Menjerat Fico Fachriza

Firdaus Anwar - detikHealth
Fico Fachriza ditangkap narkoba Foto: Fico Fachriza (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Komedian Fico Fachriza ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba pada Jumat (14/1/2022). Ia terbukti mengkonsumsi tembakau gorila atau ganja sintetis.

"Penyidik telah tetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka, ada barbuk diamankan dan hasil tes urine," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Fico Fachriza sendiri sempat membuat pengakuan dirinya pernah menggunakan narkoba. Awalnya, Fico Fachriza mengkonsumsi ganja.

"Gua pernah pake, pernah pake tuh apa? Gerbang dari segala narkoba tuh ganja. Orang pertama tuh emang nge-ganja duluan," ujar Fico Fachriza dalam stand up comedy yang diunggah di kanal YouTube-nya.

1. Apa Itu Tembakau Gorila?

Tembakau gorila adalah satu dari sekian banyak sebutan untuk produk ganja sintetis. dr Hari Nugroho dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN), Jakarta, menjelaskan ganja sintetis merupakan senyawa kimia cannabinoid yang awalnya diciptakan untuk kepentingan medis.

"Yang dimaksud ganja sintetis itu adalah synthetic cannabinoid. Jadi cannabinoid yang dibikin secara kimia, bukan cannabinoid alami yang terdapat dalam tanaman ganja," kata dr Hari pada detikcom dan ditulis Sabtu (15/1/2022).

"Synthetic cannabinoid ini awalnya dibuat oleh para ahli dalam rangka mencari obat untuk mengatasi multiple sclerosis, namun kemudian riset soal synthetic cannabinoid digunakan para sindikat untuk membuat narkoba," lanjutnya.

2. Beda Ganja Sintetis Vs Ganja Biasa

Bila ganja biasanya berbentuk daun yang sudah dikeringkan, ganja sintetis memiliki bentuk asli cairan atau serbuk. Biasanya ganja sintetis tersebut kemudian akan dicampur dengan tanaman seperti dagga liar atau semacamnya agar bisa dibakar seperti rokok.

Karena senyawa cannabinoid tersebut memang sengaja dibuat, efeknya pada otak bisa lebih kuat. Menurut dr Hari, tembakau gorila atau ganja sintetis bahkan bisa lebih kuat puluhan sampai ratusan kali lipat dari ganja biasa.

"Bentuk aslinya bisa cair atau serbuk, yang kemudian dicampurkan dengan tanaman seperti wild dagga atau tanaman-tanaman lain agar bisa dirokok kayak tembakau biasa. Bisa disemprotkan atau direndam dalam herbal mixture tadi," ungkap dr Hari.

3. Popularitas Ganja Sintetis

dr Hari mengakui ganja sintetis, seperti tembakau gorila, bisa jadi lebih populer dibandingkan ganja biasa. Salah satu alasannya karena ganja sintetis mudah ditemukan, punya efek lebih kuat, dan tidak memiliki bau yang khas.

"Menghindari deteksi, karena tidak sebau ganja yang kalau dibakar aromanya khas. Dan sering buat hindari urin tes biar tidak terdeteksi pake ganja," pungkasnya.



Simak Video "Aturan Malaysia soal Penggunaan Ganja untuk Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)