Sabtu, 15 Jan 2022 16:04 WIB

Omicron Merebak, RI Hitung Waktu Menuju Gelombang-3 Corona? Ini Kata Pakar

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Penjelasan epidemiolog tentang potensi lonjakan kasus COVID-19 RI akibat varian Omicron. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Akibat merebaknya varian Omicron, sejumlah pihak menyebut lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia akan sulit dihindari. Pertanda Indonesia menghitung waktu menuju gelombang ketiga COVID-19?

"Pemerintah sudah lebih siap menghadapi gelombang berikutnya dan mudah-mudahan bisa lebih cepat menangani yang sakit," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (14/1/2022).

Dalam kesempatan lainnya, Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyampaikan hal serupa. Bercermin pada situasi di Australia yang kini juga diterpa gelombang Omicron, dalam dua pekan terakhir tercatat 20 ribu kasu baru setiap harinya.

"Sehari-hari 20 ribu sampai kolaps layanan kesehatan. Ini pelajaran buat Indonesia bahwa sekarang tenaga kesehatan berkurang karena banyak yang diisolasi karantina. Bahkan saya mau beli makanan banyak yang habis karena suplai terganggu," terang Dicky dalam siaran langsung, Kamis (13/1/2022).

Menurutnya, gejala akibat varian Omicron memang lebih ringan dibanding varian Corona lainnya, termasuk varian Delta. Walhasil secara individu, Omicron memang kecil risiko menimbulkan gejala berat.

Namun lantaran penularannya amat cepat, Dicky khawatir gelombang Omicron bakal berimbas dalam skala besar. Misalnya, memberi tekanan pada sistem kesehatan akibat jumlah pasien melonjak.

"Inilah menunjukkan betul Omicron ini memang 'less severe' daripada Delta atau kurang parah dari Delta. Dari dampak individu memang kurang nampak. Secara masyarakat, fasilitas kesehatan, dampak secara faktor sosial termasuk ekonomi ternyata jauh lebih besar daripada Delta," jelasnya.

"Orang-orang yang sakit menaik sekali tidak terkendali, sulit sekali. Bahkan akhirnya sekarang ada Menkes menyampaikan bahwa karantina banyak di rumah, ya memang seperti itu. Karena memang sulit dengan efektivitas yang jauh lebih kuat daripada Delta ini membuat banyak sekali menginfeksi orang," pungkas Dicky.



Simak Video "Kekhawatiran Titi Kamal soal Omicron di Indonesia "
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)