Minggu, 16 Jan 2022 22:01 WIB

DKI 'Medan Perang' Lawan Omicron, Ini Pesan Menkes Soal Kumpul-kumpul

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah DKI medan perang lawan Omicron (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

DKI Jakarta menjadi 'medan perang' pertama melawan varian Omicron. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut, lebih dari 90 persen transmisi lokal terjadi di wilayah ini.

Karenanya, Menkes mengingatkan untuk waspada dan berhati-hati meski tidak perlu sampai panik berlebihan. Selain meminta agar protokol kesehatan ditingkatkan, ia juga berpesan untuk lebih memperketat penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

"Dianjurkan untuk tidak berkerumun, dan tidak mobilitasnya tidak terlampau banyak," saran Menkes dalam konferensi pers evaluasi PPKM, Minggu (16/1/2022).

Terkait mobilitas, Menkes mengingatkan untuk tidak bepergian ke luar negeri jika tidak ada kebutuhan sangat mendesak. Demikian juga terkait perjalanan ke luar kota, selagi bisa ia menyarankan untuk ditunda dan diganti dengan pertemuan secara online.

Selain itu, Menkes juga meminta testing dan tracing makin diperketat. Jika ditemukan ada kasus positif, harus segera isolasi.

"Semua rakyat Jabodetabek akan dipercepat vaksinasi booster-nya agar mereka siap kalau nanti gelombang Omicron itu naik secara cepat dan tinggi," kata Menkes.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)