Senin, 17 Jan 2022 12:15 WIB

Kemenkes Prediksi Jabodetabek Jadi yang Pertama Diserang Gelombang Omicron

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Indonesia diprediksi bakal menghadapi puncak Omicron pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. Berkaca pada apa yang terjadi di banyak negara, peningkatan Omicron terlihat di 35 hingga 65 hari.

DKI Jakarta dan Bodetabek diprediksi Kementerian Kesehatan RI bakal menjadi yang pertama mengalami lonjakan kasus akibat Omicron, ketimbang wilayah lain. Terlihat dari mayoritas transmisi atau penularan lokal Omicron yang banyak ditemukan di sekitar wilayah tersebut.

"Mengingat dari hasil identifikasi Kemenkes, mayoritas transmisi lokal varian Omicron terjadi di DKI Jakarta, dan diperkirakan dalam waktu dekat juga akan meluas ke wilayah Bodetabek. Mengingat secara geografis daerah-daerah tersebut berdekatan dan mobilitas masyarakatnya sangat tinggi," demikian tutur Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg Widyawati, MKM dalam rilis resmi Kemenkes RI, Senin (17/1/2022).

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan vaksinasi booster juga bakal diprioritaskan di wilayah Jabodetabek, dikebut usai kasus Omicron terus meningkat, demi mempertahankan kekebalan pasca vaksinasi di masyarakat.

"Selain prokes dan surveilans, juga dipastikan semua rakyat DKI Jakarta dan Bodetabek akan dipercepat vaksinasi boosternya agar mereka siap kalau gelombang Omicron nanti naik secara cepat dan tinggi," ujarnya.

Selain vaksinasi booster, Menkes juga menyebut stok Molnupiravir nantinya bakal tersedia secara merata termasuk ketersediaan di apotek-apotek. Molnupiravir adalah pil obat COVID-19 besutan farmasi Amerika Serikat, Merck and Co, yang menjadi 'senjata' pemerintah melawan COVID-19 varian Omicron.

(naf/up)