Senin, 17 Jan 2022 14:30 WIB

DKI 'Medan Perang' Lawan Omicron, Pakar Sarankan Kota-kota Ini Juga Bersiap

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta telah keluar dari zona merah COVID-19. Roda perekonomian bergeliat dan pedagang mulai berjualan. Seperti para PKL di Banjir Kanal Timur ini. DKI Jakarta disebut 'medan perang' pertama RI melawan varian Omicron. Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Mengingat lebih dari 90 persen transmisi lokal varian Omicron terjadi di DKI Jakarta, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yakin DKI adalah medan perang pertama RI melawan varian Omicron. Lantas, bagaimana dengan wilayah-wilayah lain? Seberapa besar risiko bakal hadapi kondisi serupa?

"Kami sampaikan bahwa sebagian besar, lebih dari 90 persen transmisi memang transmisi lokal, itu terjadi di DKI Jakarta. Kita memang harus mempersiapkan khusus DKI Jakarta sebagai medan perang pertama menghadapi Omicron," ujar Menkes dalam konferensi pers Hasil Ratas Evaluasi PPKM, Minggu (16/1/2022).

Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono membenarkan DKI adalah medan perang pertama dalam melawan varian Omicron. Pasalnya, DKI merupakan episentrum sekaligus pintu masuk utama bagi pelaku perjalanan luar negeri.

Namun begitu, lantaran pintu masuk RI bukan hanya DKI, Miko mengingatkan kota-kota lainnya seperti Surabaya, Bali, Medan, dan Batam juga perlu diingatkan terkait risiko penyebaran varian Omicron.

"Sekarang Jawa Timur sudah ada kasus Omicron, Bali juga sudah ada, tapi kelihatannya tenang-tenang saja. Kemudian di Batam dan Medan juga saya yakin sudah ada," terangnya pada detikcom, Senin (17/1/2022).

"Seharusnya reagen untuk pemeriksaan Omicron sudah pengadaannya sudah diperbanyak oleh negara kemudian jadi negara tahu bagaimana harus merespons kalau Omicron sudah banyak," lanjutnya.

Miko menyebut terdapat kemungkinan infeksi varian Omicron sudah terjadi di Surabaya, Bali, Medan, dan Batam. Namun memang lantaran pendatang dari luar negeri di kota-kota tersebut lebih sedikit dibanding DKI, peluang penularan varian Omicron memang lebih kecil di kota-kota tersebut.

"Jadi pintu lainnya seperti Surabaya, Bali, Medan, dan Batam itu sama peluangnya. Cuma mungkin kalau melihat persentasenya lebih kecil. Tapi bahwa di situ ada kasus Omicron, peluangnya ya meskipun lebih kecil dari Jakarta karena Jakarta bisa kemana-mana, kalau Surabaya atau Bali terbatas. Kemudian Medan dan Batam juga terbatas," pungkasnya.



Simak Video "Menkes Benarkan Kasus Omicron Pertama RI Tertular WNI dari Nigeria"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)