Selasa, 18 Jan 2022 09:31 WIB

Profesor Ungkap 2 Gejala Utama Omicron, Waspada Pilek-Sakit Kepala Seperti Ini

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Hospital COVID
Healthcare workers during an intubation procedure to a COVID patient Gejala utama COVID-19 Omicron. (Foto ilustrasi: Getty Images/Tempura)
Jakarta -

Pasien Omicron kerap mengeluhkan gejala COVID-19 mirip flu dan pilek biasa. Namun, pakar mengidentifikasi dua tanda yang menjadi kunci pasien kemungkinan besar terpapar varian Omicron.

Menurut ahli, dua gejala utama Omicron yang harus diwaspadai adalah pilek dan sakit kepala. Irene Peterson, profesor epidemiologi dan informatika kesehatan di University College London menjelaskan ciri-cirinya.

"Hidung meler dan sakit kepala adalah gejala dari banyak infeksi, tetapi mungkin juga merupakan gejala pertama, dan satu-satunya gejala COVID-19," bebernya, sembari menekankan pentingnya mewaspadai gejala lain sebagai pembeda infeksi COVID-19 dan infeksi penyakit lain.

"Oleh karena itu, jika Anda memiliki gejala-gejala ini, saya menganjurkan Anda untuk sebaiknya mengisolasi diri atau segera melakukan tes."

Dikutip dari Express UK, Zoe COVID mengungkap ada 20 gejala Omicron yang umum dikeluhkan. Tetapi, lima keluhan di antaranya paling banyak dilaporkan pasien Omicron.

Lima gejala teratas yang paling sering dilaporkan dalam penelitian ini adalah

  • Pilek
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Bersin
  • Sakit tenggorokan.

Sementara gejala COVID-19 Omicron lain 20 teratas termasuk menggigil, pusing, dan suara serak. Temuan ini muncul setelah sejumlah penelitian mengungkapkan kesimpulan sementara jika Omicron lebih ringan daripada jenis virus sebelumnya.

Laporan terbaru dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) telah mengungkapkan bahwa risiko rawat inap adalah 50 hingga 70 persen lebih rendah dibandingkan dengan Delta.

Tetapi UKHSA telah menambahkan bahwa bentuk perlindungan terbaik terhadap virus adalah divaksinasi COVID-19. Hingga kini, Omicron telah menyebar ke lebih dari 100 negara, mulai mendominasi menggantikan COVID-19 varian Delta.

Indonesia termasuk salah satu negara yang diserang Omicron, total kasus kini sudah mencapai 748 orang. Puncak Omicron di Tanah Air diprediksi datang pertengahan Februari, kasus harian bisa menembus 70 ribu.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)