Selasa, 18 Jan 2022 15:30 WIB

Waduh! China Sebut Sumber Penularan Omicron di Beijing Bukan dari Manusia

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pemandangan tak biasa terlihat di jalanan Beijing, China. Seorang warga mengenakan masker sampai dua sekaligus saat beraktivitas di luar rumah. Ini fotonya. China selidiki sumber penularan varian Omicron. (Foto: AP Photo/Ng Han Guan)
Jakarta -

Otoritas kesehatan Beijing, China, mendeteksi adanya varian Omicron pada paket luar, permukaan, dan kertas surat paket dokumen dari Kanada. Ini yang membuat pihak otoritas menduga bahwa dokumen tersebut menjadi sumber penularan pasien yang diidentifikasi pada Sabtu (15/1/) lalu.

Pasien Omicron tersebut diketahui menerima paket dokumen itu pada 11 Januari 2022. Paket tersebut sudah dikirim dari Kanada sejak 7 Januari, ditransfer melalui Amerika Serikat dan wilayah Hong Kong, China, ke Beijing.

Hasil pemeriksaan

Untuk menelusuri kasus ini, otoritas kesehatan melakukan serangkaian pemeriksaan yang dikombinasikan dengan studi epidemiologi. Hasil dari pemeriksaan ini diungkapkan oleh Wakil Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Beijing, Pang Xinghuo.

"Dikombinasikan dengan studi epidemiologi, hasil pengujian sampel yang mencurigakan dan hasil pengurutan gen dari kasus tersebut, kemungkinan kasus (Omicron) di Beijing ini terinfeksi oleh virus melalui paket surat internasional tidak dapat dihindari," kata Pang yang dikutip dari Global Times, Selasa (18/1/2022).

"Jenis varian Omicron pada pasien di Beijing mirip dengan (yang ada) di Amerika Utara dan Singapura pada Desember 2021," kata Pang.

Melihat hasil pemeriksaan itu, pihak otoritas kesehatan langsung mengesampingkan dugaan bahwa pasien ini terinfeksi akibat wabah Omicron yang sedang terjadi di sejumlah kota di China.

Dari hasil pengujian pada 22 sampel yang berkaitan dengan surat tersebut menunjukkan adanya varian Omicron. Itu ditemukan pada dua sampel dari permukaan luar paket surat, dua sampel permukaan bagian dalam paket, serta delapan sampel kertas di dalam surat.

Riwayat kontak pasien

Diketahui, pasien hanya menyentuh bagian luar paket dan halaman depan dokumen di dalam paket surat dari Kanada itu. Ia tidak menyentuh permukaan internal surat ataupun kertas lainnya.

Selain pasien tersebut, delapan orang yang berhubungan dengan surat itu juga dilacak. Dan dari hasil tes asam nukleat, mereka dinyatakan negatif.

Akibat penemuan virus pada paket dokumen ini, beberapa paket dokumen internasional lain yang dikirim melalui jalur yang sama juga ikut dites. Meski belum dibuka, dokumen-dokumen tersebut juga dinyatakan positif COVID-19.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)