Rabu, 19 Jan 2022 12:52 WIB

Dear Kemenkes, Booster untuk Sinopharm Kok Belum Ada?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Vaksinasi COVID-19 terus dilakukan. Salah satunya diberikan untuk warga negara asing (WNA) yang tinggal di Jakarta. Bagaimana nasib vaksin booster untuk penerima Sinopharm? (Foto ilustrasi: Pradita Utama)
Jakarta -

Vaksinasi booster COVID-19 baru dimulai untuk penerima vaksin primer Sinovac dan AstraZeneca. Menurut Kementerian Kesehatan, salah satu pertimbangannya adalah bahwa mereka yang sudah menerima vaksinasi lengkap lebih dari enam bulan didominasi penerima dua jenis vaksin COVID-19 tersebut.

Meski begitu, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan pemerintah akan terus memperbarui kebijakan vaksin booster. Termasuk bagi mereka yang menerima vaksin primer melalui jalur atau program gotong royong.

"Ini masih difinalkan kebijakannya ya," tutur dr Nadia saat dihubungi detikcom Rabu (19/1/2022).

kombinasi vaksin booster covid-19 bpom ri 17 januarikombinasi vaksin booster covid-19 bpom ri 17 januari Foto: Uyung/detikHealth

Seperti diketahui, penerima vaksin gotong royong yang dimulai 18 Mei 2020 lalu divaksinasi Sinopharm. Jika merujuk pada rekomendasi kombinasi vaksin booster Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), penerima vaksin Sinopharm sudah bisa disuntik booster vaksin Zifivax.

"Sebenarnya Sinopharm bisa memilih kombinasi yang sudah dapat EUA BPOM (Zifivax)," sambung dia.

Namun, dr Nadia belum bisa merinci kapan pelaksanaan dan ketersediaan stok vaksin khususnya untuk booster program gotong royong.

Dalam ketentuan BPOM terkait kombinasi vaksin booster, vaksin booster Zifivax diberikan satu dosis untuk penerima vaksin primer Sinopharm. Penerima vaksin primer Sinovac juga bisa dibooster vaksin Zifivax.

Infografis detikHealth 4 kombinasi vaskin BOOSTER covid-19 versi Kemenkes RIInfografis detikHealth 4 kombinasi vaskin BOOSTER covid-19 versi Kemenkes RI Foto: Infografis detikHealth



Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)