Kamis, 20 Jan 2022 07:40 WIB

Kemenkes: Rawat Inap COVID-19 Naik 1,6 Kali Sejak Omicron Masuk RI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Hospital COVID
Healthcare workers during an intubation procedure to a COVID patient Ilustrasi pasien COVID-19. (Foto: Getty Images/Tempura)
Jakarta -

Kasus Corona di Indonesia melonjak, tembus 1.745 kasus baru per Rabu (19/1/2022). DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang kasus terbanyak yakni 1.012 kasus.

Sejak Indonesia mencatat varian Omicron, tren rawat inap dan kasus aktif meningkat signifikan. Dalam laporan Kementerian Kesehatan RI pekan ini, terlihat kenaikan dibandingkan awal Desember.

"Tren kasus aktif meningkat di atas rata-rata dua bulan terakhir. Pertama kali saat Omicron terdeteksi berjumlah 4.905 orang, sementara 16 Januari sudah mencapai 8.605 kasus," demikian laporan Kemenkes RI, yang diterima detikcom Rabu (19/1/).

Karenanya, rasio perawatan atau kasus aktif naik 1,6 kali lebih tinggi dibanding awal Desember. Jika keterisian rawat inap atau isolasi di RS semula 49 persen, kini menjadi 53 persen.

Meski banyak kasus Omicron diimpor pelaku perjalanan luar negeri, peningkatan infeksi transmisi lokal juga tak bisa dihindari. Total ada 174 transmisi lokal Omicron, tersebar paling banyak di DKI Jakarta, disusul Jawa Barat hingga Jawa Timur termasuk di antaranya Depok, Tangerang Selatan, juga Surabaya.

Kabar baiknya, hanya 12 persen dari total kasus Omicron yang dilaporkan mengalami gejala sedang. Sementara sisanya masih didominasi tanpa gejala dan gejala ringan.

Sekitar 90 persen dari seluruh pasien Omicron sudah divaksinasi. Hal ini juga menunjukkan vaksin COVID-19 efektif lantaran membuat yang terpapar tak merasakan gejala atau tanpa gejala.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)