Kamis, 20 Jan 2022 20:14 WIB

Bisakah Terinfeksi Varian Delta dan Omicron Sekaligus? Ini Kata Pakar

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Covid-19 Delta and Omicron. Yellow and green speech bubble on a gray background. Delta + Omicron (Foto: Getty Images/iStockphoto/tumsasedgars)
Jakarta -

Kemunculan varian Omicron menambah kekhawatiran masyarakat dunia. Sebab di saat yang sama, varian Delta masih menjadi ancaman di banyak negara.

Salah satu kekhawatiran yang muncul, bisakah seseorang terinfeksi dua varian sekaligus, yakni Omicron dan Delta?

Menurut para ahli, kondisi seperti ini tidak umum terjadi. Tetapi, setidaknya ada beberapa kasus terdokumentasi dari pasien yang terinfeksi dua jenis varian COVID-19 sekaligus.

Kasus pertama terjadi pada wanita 90 tahun asal Belgia yang terinfeksi varian Alpha dan Beta. Ia sempat dirawat di rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia.

Kasus kedua dialami dua pasien asal Brasil yang terinfeksi varian P.2 dan Gamma. Keduanya mengalami gejala yang cukup ringan. Gejalanya meliputi batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.

Meski belum ada laporan terkait koinfeksi varian Delta dan Omicron, para ahli mengungkapkan kondisi serupa bisa saja terjadi.

"Ini sangat mungkin (terjadi koinfeksi varian Delta dan Omicron) dari sudut pandang molekuler," kata pakar penyakit menular di University at Buffalo, Thomas Russo, MD, yang dikutip dari laman Health, Kamis (20/1/2022).

Hal serupa juga diungkapkan pakar penyakit menular Johns Hopkins Center for Health Security Amesh A Adalja, MD. Ia mengungkapkan secara biologis terinfeksi dua jenis virus yang sama bisa terjadi.

"Secara biologis, ya, mungkin saja terinfeksi Omicron dan Delta sekaligus," katanya.

Bagaimana bisa terinfeksi dua varian sekaligus? Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]