ADVERTISEMENT

Jumat, 21 Jan 2022 07:00 WIB

Mengenal Cataflam: Obat Pereda Nyeri dan Peradangan, Bisa untuk Sakit Gigi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
A woman opens her mouth for lots of colorful pills on a spoon. Mengenal Cataflam (Foto: iStock)
Jakarta -

Cataflam atau diclofenac merupakan obat antiinflamasi nonsteroid yang bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin, yaitu zat yang memicu reaksi peradangan saat tubuh mengalami cedera atau luka. Itu mengapa obat ini dapat mengatasi rasa sakit dan peradangan, baik itu kondisi ringan hingga sedang.

Lantas kondisi seperti apa yang bisa diatasi oleh obat ini? Dikutip dari WebMD, cataflam tergolong obat NSAID yang dapat meredakan nyeri haid, nyeri pascaoperasi, sakit gigi, sakit punggung, nyeri otot, dan cedera olahraga.

Selain itu, obat ini juga ampuh mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan kekakuan sendi yang disebabkan oleh radang sendi. Dengan begitu, kurangnya gejala dari kondisi-kondisi tersebut membuat seseorang lebih mudah beraktivitas sehari-hari.

Dosis Obat Cataflam

Meski bermanfaat untuk meredakan nyeri dan peradangan, penggunaannya tetap tidak boleh sembarangan guys dan harus sesuai dosis anjuran dokter. Di Indonesia, obat ini termasuk obat keras yang hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter. Jika tidak mengerti cara pakai sesuai panduan obatnya, disarankan untuk meminta bantuan dokter atau apoteker ya.

Dikutip dari GoodRx, berikut dosis obat cataflam untuk orang dewasa:

1. Dosis Cataflam untuk Osteoarthritis

Dosis untuk pengidap osteoarthritis adalah 50 mg yang diminum dua sampai tiga kali sehari, atau 75 mg untuk dua kali sehari.

2. Dosis Cataflam untuk Rematik (Rheumatoid Arthritis)

Dosis untuk pengidap rematik adalah 50 mg yang diminum tiga sampai empat kali sehari atau 75 mg untuk dua kali sehari.

3. Dosis Cataflam untuk Nyeri Haid (Menstruasi)

Dosis buat sis nih yang sering mengalami nyeri saat menstruasi, yaitu 50 mg yang diminum tiga sampai empat kali sehari.

4. Dosis Cataflam untuk Nyeri Ringan hingga Sedang

Dosis untuk nyeri lainnya yang tergolong ringan hingga sedang, yaitu 50 mg yang diminum tiga kali sehari.

Sementara untuk dosis anak-anak, ada baiknya mengikuti anjuran dokter atau apoteker untuk menghindari overdosis.

Efek Samping Obat Cataflam

Dikutip dari Drugs, berikut efek samping yang perlu diwaspadai:

  • Gatal-gatal
  • Sulit bernapas
  • Bengkak di wajah atau tenggorokan
  • Reaksi kulit yang parah
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Sensasi terbakar pada mata
  • Nyeri kulit
  • Ruam kulit berwarna merah atau ungu (disertai melepuh dan mengelupas)
  • Diare atau sembelit
  • Sakit kepala
  • Kantuk

Efek Samping Tergolong Serius dan Membutuhkan Penanganan Medis Segera

  • Nyeri dada (tanda serangan jantung atau stroke)
  • Nyeri yang menjalar ke rahang atau bahu
  • Mati rasa di salah satu sisi tubuh
  • Suka bicara tidak jelas
  • Sesak napas

Stop! Gunakan Obat Cataflam Jika Memiliki Penyakit Serius

Jangan menggunakan obat ini jika mengidap sejumlah penyakit serius, seperti:

  • Ruam kulit
  • Gejala seperti flu
  • Masalah jantung (pembengkakan, penambahan berat badan, dan sesak napas)
  • Masalah ginjal (sedikit buang air kecil, nyeri dan sulit buang air kecil, bengkak di lengan atau kaki, merasa lelah atau sesak napas)
  • Masalah hati (mual, diare, sakit perut kanan atas, kelelahan, gatal-gatal, urin gelap, penyakit kuning)
  • Masalah lambung (feses berdarah atau lembek, batuk darah, muntah seperti bubuk kopi).

Interaksi Cataflam dengan Obat Lain

Tanyakan kepada dokter sebelum menggunakan cataflam dengan campuran obat lain. Beritahu dokter jika mengkonsumsi obat, seperti:

  • Obat antidepresan
  • Obat jantung atau tekanan darah, termasuk diuretik atau "pil air"
  • Obat arthrotec, flektor, pennsaid, solaraze, voltaren gel
  • Obat pengencer darah (warfarin, coumadin, jantoven
  • Obat NSAID lainnya, seperti aspirin, ibuprofen (advil dan motrin), naproxen (aleve), celecoxib (celebrex), indometasin, meloxicam, dan lain-lain

Masih banyak lagi obat yang dapat berinteraksi dengan cataflam, termasuk obat resep, obat bebas, vitamin, dan produk herbal. Oleh karena itu, sebelum menggunakan obat ini dianjurkan memberitahu dokter terlebih dahulu terkait obat yang digunakan untuk menghindari komplikasi serius.



Simak Video "Viral Fetish Foto KTP, Ini Tanggapan Dokter Spesialis Kejiwaan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT