Jumat, 21 Jan 2022 12:32 WIB

Pasien Omicron Kerap Bergejala Batuk, Ini Tips Batuk Biar Tak Bikin Sesak

Firdaus Anwar - detikHealth
COVID-19 Pandemic Coronavirus, Asian woman wearing a mask, have a symptoms coughing and fever Ilustrasi batuk. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ronnachaipark)
Jakarta -

Salah satu gejala umum yang kerap dialami pasien terinfeksi COVID-19 Omicron adalah batuk-batuk. Batuk yang kadang tak berhenti ini bisa saja kemudian menimbulkan rasa sesak atau nyeri dada.

Spesialis kesehatan paru-paru drRaniaImaniar,SpP, dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menjelaskan cara batuk yang bisa dilakukan untuk meminimalisir rasa sesak dada. Cara ini bisa dilakukan oleh pasien yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, termasuk pada kasus pneumonia.

"Jadi kita itu kalau batuk coba bungkukkan badan, lalu di perut kita boleh taruh bantal. Misal posisi lagi duduk agak bungkuk, perut ditaruh bantal, lalu kita batuk sambil siku menekan ke bantal yang ada di perut," kata dr Rania dalam webinar yang disiarkan kanal Youtube Rumah Sakit Universitas Indonesia, Jumat (21/1/2022).

"Belajar cara batuk yang benar bisa membantu mengurangi rasa sesak napas," lanjutnya.

Bila batuk juga disertai nyeri di tenggorokan, seseorang bisa berkumur dengan campuran air hangat dan garam. Lakukan sebanyak 3-4 kali sehari.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)