Jumat, 21 Jan 2022 16:30 WIB

Rekaman Korban Kecelakaan Maut Balikpapan Viral, Kok Tega Sih Menyebarkan?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ilustrasi wanita menggunakan ponsel Foto: Getty Images/iStockphoto/Georgijevic
Jakarta -

Seiring ungkapan duka yang disampaikan warganet atas kecelakaan maut di turunan wilayah Muara Rapak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), ada juga yang membagikan foto dan video suasana lokasi kecelakaan, masih dalam kondisi korban berdarah-darah. Bahkan, sejumlah warganet menunjukkan jenazah di lokasi tersebut.

Psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Center menegaskan tak seharusnya gambar jenazah pasca kecelakaan disebarluaskan. Selain berisiko memicu trauma pada sebagian orang, menyebarluaskan gambar korban dan jenazah secara sembarangan juga bukan hal beradab.

"(Trauma dan cemas) tidak pada setiap orang. Pada sebagian orang, bisa saja memicu rasa cemas dan trauma. Misalnya pada orang yang pernah memiliki pengalaman serupa atau mirip yaitu mengenai kecelakaan atau musibah-musibah terkait dirinya dan keluarganya," terangnya pada detikcom, Jumat (21/1/2022).

"Namun walaupun tidak semua bisa terpicu rasa trauma dan cemasnya, tetap saja memviralkan foto foto seseorang tanpa izin, apalagi jika yang bersangkutan tidak setuju adalah bukan hal yang beradab," lanjutnya.

Kenapa ada orang yang gemar memviralkan suasana kecelakaan?

Gegernya video kecelakaan maut Balikpapan bukan kali pertama video suasana kecelakaan tersebar luas di media sosial. Dalam kata lain, sudah seringkali seseorang merekam dan menyebarluaskan gambar suasana kecelakaan, bahkan tanpa pikir panjang.

Rahma menjelaskan, hal tersebut disebabkan kecenderungan seseorang tidak berpikir panjang perihal akibat dari sebuah tindakan. Alasan lainnya, penyebar video berharap konten yang diunggah dan berhasil tersebar luas dapat membuat dirinya terkenal.

"Karena ada saja orang yang impulsif, bertindak sebelum berpikir apa akibatnya. Bisa juga karena demi kepentingan tertentu, misalnya dalam pekerjaan atau ingin menjadi lebih dikenal dengan menyebarkan sesuatu yang viral," pungkas Rahma.



Simak Video "Ngopi Agar Nggak Ngantuk di Jalan, Efektif?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)