Jumat, 21 Jan 2022 20:39 WIB

Round Up

Aturan Baru, Pasien Omicron Boleh Isolasi di Rumah Asal Penuhi Syarat Ini

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air dinilai sebagai tanda Indonesia kini tengah hadapi gelombang kedua Corona. Akibat hal itu, zona merah pun bertambah. Pasien Omicron boleh isoman asal memenuhi syarat (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI resmi mengeluarkan aturan baru tentang isolasi Omicron. Pasien yang memenuhi kriteria bisa menjalani isolasi mandiri di rumah, namun ada pula yang wajib di rawat di rumah sakit.

Syarat pasien Omicron yang bisa isolasi mandiri, yaitu mereka yang berusia kurang dari 45 tahun, positif COVID-19 tanpa gejala, dan tak memiliki riwayat penyakit penyerta.

Selain itu, tempat isolasi mandiri rumah juga wajib mengikuti ketentuan yang dianjurkan, salah satunya isoman di kamar terpisah dengan anggota keluarga lain.

Nah, masih ada lagi aturan-aturan lainnya yang harus diikuti. Berikut aturan lengkap berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron yang ditetapkan pada 17 Januari 2022.

1. Syarat klinis dan perilaku

  • Usia di bawah 45 tahun
  • Tidak memiliki komorbid
  • Dapat mengakses telemedicine atau layanan kesehatan lainnya
  • Berkomitmen untuk tetap diisolasi sebelum diizinkan keluar

2. Syarat rumah dan peralatan pendukung lainnya

  • Dapat tinggal di kamar terpisah, lebih baik lagi jika lantai terpisah
  • Ada kamar mandi di dalam rumah terpisah dengan penghuni lainnya
  • Dapat mengakses pulse oksimeter (alat pengukur oksigen dalam darah)

Sementara aturan untuk kondisi pasien yang wajib dirawat di rumah sakit sebagai berikut:

  1. Untuk kasus konfirmasi COVID-19 dengan gejala berat hingga kritis, harus dirawat di rumah sakit penyelenggara pelayanan COVID-19.
  2. Untuk kasus dengan gejala sedang atau ringan disertai komorbid yang tidak terkontrol, dapat dirawat di rumah sakit lapangan/rumah sakit darurat atau rumah sakit penyelenggara pelayanan COVID-19

Apabila pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit menunjukkan gejala perbaikan, wajib melakukan pemeriksaan RT-PCR sebanyak dua kali dengan jarak waktu pemeriksaan 24 jam.

Dan jika hasilnya masih positif, maka lokasi isolasi pasien dapat dipindahkan ke fasilitas isolasi terpusat. Bisa juga menjalani isolasi mandiri di rumah jika memenuhi syarat.

Lalu, bagaimana kriteria yang dinyatakan selesai isolasi atau sembuh? Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Simak! Aturan Isoman Bagi Pasien Covid-19 Bergejala Ringan"
[Gambas:Video 20detik]