Nyeri Leher Tak Boleh Dianggap Remeh, Wajib Periksa Jika Sakitnya Seperti Ini

ADVERTISEMENT

Nyeri Leher Tak Boleh Dianggap Remeh, Wajib Periksa Jika Sakitnya Seperti Ini

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sabtu, 22 Jan 2022 05:55 WIB
Woman with muscle injury having pain in her neck - body pain concept
Nyeri leher (Foto: Getty Images/iStockphoto/andriano_cz)
Jakarta -

Tren bekerja dari rumah atau WFH (work from home) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menghentikan penyebaran COVID-19. Meskipun begitu, keseringan WFH dengan posisi duduk tidak ideal juga meningkatkan kasus masalah tulang leher yang dialami oleh banyak orang.

Hal itu disampaikan oleh konsultan tulang belakang dari Jakarta Spine Clinic (JSC) RS Pondok Indah, dr Didik Librianto, SpOT(K). Menurutnya, tulang belakang manusia memiliki beberapa bagian, yaitu servikal (leher), thorakal (punggung tengah), dan lumbar (pinggang). Bagian servikal dan lumbar kerap kali dikeluhkan oleh banyak orang saat melakukan aktivitas WFH.

Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh tekanan kuat yang terjadi saat seseorang terlalu lama diam dalam satu posisi yang sama.

"Daerah ini paling banyak mendapat pressure (tekanan) saat melakukan kegiatan WFH, seperti kegiatan bersama komputer, presentasi, meeting. Banyak yang melakukan meeting sampai berjam-jam, dan masih harus mengetik atau mengerjakan tugas. Kadang-kadang tanpa istirahat," kata dr Didik dalam webinar pada Kamis (20/01/2022).

Dokter Didik memaparkan, tulang leher memiliki ukurang yang lebih kecil dan fleksibel sehingga rentan 'stres' berulang dan cedera ringan. Meskipun begitu, kondisi ini tetap tak boleh diremehkan.

Menurut dr Didik, apabila nyeri leher tidak mendapatkan penanganan yang tepat akan memicu banyak masalah kesehatan, seperti leher pegal, kaku, sakit leher (lokal atau menjalar), leher bungkuk, gangguan keseimbangan, dan lainnya.

Kondisi nyeri leher yang tergolong ringan bisa dicegah dengan meluangkan waktu sejenak untuk jauh dari ponsel, atur posisi tubuh, atau melakukan peregangan (stretching) beberapa menit untuk menghilangkan ketegangan di area leher.

Namun, apabila nyeri leher yang dialami tak kunjung sembuh, bisa jadi ada masalah kesehatan yang serius. Apa saja kondisi dan gejala nyeri leher yang harus diwaspadai? Selengkapnya di halaman berikut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT