Sabtu, 22 Jan 2022 10:31 WIB

Terungkap, Beda Antibodi Warga RI yang Sudah Vaksin COVID-19 Vs Infeksi Alami

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Corona di Indonesia. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Super immunity, gabungan antibodi dari infeksi COVID-19 alami dan vaksinasi belakangan disorot karena diyakini menjadi penyebab tren kasus Corona Indonesia tercatat rendah. Jika dilihat dari hasil studi Kementerian Kesehatan RI, warga yang belum pernah divaksinasi dan kemungkinan sudah terpapar COVID-19 memiliki antibodi cukup tinggi meskipun jauh lebih rendah dari hasil vaksinasi.

"Jadi waktu kami lihat pada kelompok yang belum divaksin pun sebenarnya sudah terpantau antibodi COVID-19-nya. Kita melihat cukup tinggi ya, karena masyarakat yang mengatakan bahwa dia tidak pernah sakit COVID-19 dan tidak mendapatkan vaksinasi ternyata setelah diukur titer antibodinya itu 73,2 persen," jelas dr Nadia, menegaskan riset ini diambil dalam rentang waktu Oktober hingga Desember 2021.

dr Nadia menjelaskan titer antibodi yang tinggi pada masyarakat belum divaksinasi adalah pertanda penularan COVID-19 sebenarnya sudah merata. Baik di Jawa Bali, maupun luar Jawa Bali hingga daerah atau wilayah aglomerasi.

Sementara titer antibodi pada mereka yang sudah divaksinasi yakni sekitar 41,5 persen dari populasi penduduk, tiga kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang belum divaksinasi.

"Jadi sebenarnya antibodi kita masih cukup tinggi walaupun sudah lebih dari 6 bulan masyarakat mendapatkan dosis lengkap. Artinya kita kembali lagi bahwa kita sebenarnya masih punya proteksi, dan masih punya waktu untuk meningkatkan proteksi tadi melalui vaksinasi program booster," pungkas dr Nadia.



Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)