Sabtu, 22 Jan 2022 12:12 WIB

WHO Sorot Kasus Corona DKI Jakarta, Ada Apa?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Corona di DKI Jakarta. (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

DKI Jakarta menjadi sorotan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantaran mencatat kenaikan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit. Begitu juga dengan total orang yang menjalani isolasi, usai Omicron dilaporkan di ibu kota.

"Pada 16 Januari, jumlah kasus COVID-19 yang dilaporkan dirawat di rumah sakit di DKI Jakarta sebanyak 771, sedikit meningkat dari 758 kasus satu pekan sebelumnya," tulis WHO dalam laporan mingguan terbaru, per 19 Januari 2022.

"Pada tanggal yang sama, jumlah kasus yang dilaporkan menjalani isolasi juga meningkat dari 3.011 menjadi 3.045 kasus," sambung WHO.

WHO juga menekankan, kasus mingguan sejak 10 Januari hingga 16 Januari 2022 tercatat sebanyak 5.454. Jumlah tersebut menandai peningkatan signifikan hingga 80 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Sementara angka kematian meningkat 28 persen dari pekan sebelumnya.

"Pada 19 Januari, ada 9 kasus baru kematian dan 144.192 kematian kumulatif COVID-19 dilaporkan secara nasional. Sementara secara mingguan jumlah kematian baru dari 10 hingga 16 Januari adalah 41 orang, meningkat 28 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya," jelas WHO.

Tren secara umum

Angka penularan secara umum di seluruh provinsi hingga kini dipastikan WHO masih dalam level rendah. Terpantau sejak 10 hingga 16 Januari 2022, ada risiko infeksi COVID-19 rendah di populasi umum dan insiden kasus secara lokal dalam 14 hari terakhir.

Meski begitu, WHO mewanti-wanti peningkatan kasus yang terlihat di Jawa Bali, demi menekan kemungkinan munculnya klaster COVID-19 baru.

"Insiden kasus di tingkat nasional dan di wilayah Jawa-Bali akhir-akhir ini meningkat dua minggu. Sangat penting bagi setiap tingkat administratif untuk memantau secara ketat setiap kemungkinan klaster untuk memastikan respons cepat dan penahanan potensi wabah," pesan WHO sembari menekankan pelacakan kontak kasus ditingkatkan untuk mencegah penyebaran meluas.

Positivity rate

Sementara angka positivity rate secara umum, juga masih aman. Melampaui target WHO, masih berada di bawah 2 persen.

"Proporsi ini hanya dapat ditafsirkan dengan andal dengan pengawasan dan pengujian komprehensif dalam urutan satu orang diuji per 1000 populasi per minggu."



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)