ADVERTISEMENT

Minggu, 23 Jan 2022 05:05 WIB

Round Up

Alami Gejala Berat, Ini Fakta-fakta Pasien Omicron RI yang Meninggal

Ayunda Septiani - detikHealth
Kasus Omicron di Indonesia pertama kali terdeteksi Rabu (15/12). Varian Omicron pun pertama kali dijumpai di Wisma Atlet. Bagaimana deretan fakta terbarunya? Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan dua pasien Omicron di Indonesia meninggal dunia. Varian Omicron diketahui memiliki tingkat penularan lebih tinggi ketimbang varian lain.

"Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso," ucap juru bicara Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi.

Lebih lanjut, Kemenkes mengatakan kedua kasus tersebut merupakan pelaporan fatalitas pertama di Indonesia akibat varian baru Omicron.

Berikut beberapa fakta mengenai pasien Omicron Indonesia yang meninggal dunia.

1. Pasien meninggal mempunyai riwayat komorbid

Kemenkes mengatakan dua pasien COVID-19 Omicron yang meninggal dunia memiliki riwayat komorbid.

2. Kemenkes ungkap status vaksinasi

Salah satu pasien COVID-19 yang meninggal dunia disebut juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI sudah divaksinasi lengkap. Sementara satu pasien lainnya belum divaksinasi.

"Satu sudah (divaksinasi lengkap) tetapi punya beberapa komorbid yang tidak terkendali. Satu lagi belum," tutur dr Nadia saat dihubungi detikcom dan ditulis Minggu (23/1/2022).

"Pasien Omicron yang meninggal dunia sudah divaksin berusia 64 tahun laki-laki. Sementara yang belum divaksin berusia 54 tahun, perempuan," sambungnya.

3. Pasien bergejala berat

Kemenkes menyebutkan bahwa gejala COVID-19 yang dikeluhkan oleh kedua pasien tersebut masuk kategori berat.

"Gejala berat (kedua pasien COVID-19 ini). Mengeluh sesak napas," ungkap dr Nadia.

Di sisi lain, dr Nadia menyebut keduanya belum sempat dirawat di ruang ICU. Namun, dalam masa perawatan sudah mendapat tambahan oksigen.

"Belum di ICU tapi sudah pakai oksigen karena saturasi rendah," sambung dia.

dr Nadia sebelumnya meminta masyarakat khususnya kelompok lansia untuk segera mendapat vaksinasi booster demi meningkatkan antibodi yang bisa menurun setelah enam bulan disuntik vaksin COVID-19 lengkap, dua dosis.

Simak Video 'Kemenkes Konfirmasi 2 Pasien Omicron Meninggal Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



(ayd/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT