Pengusaha Kripto Ini Ngide Bikin 'Rahim Sintetis' untuk Wanita

ADVERTISEMENT

Pengusaha Kripto Ini Ngide Bikin 'Rahim Sintetis' untuk Wanita

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Minggu, 23 Jan 2022 15:30 WIB
3D Ultrasound image
Ilustrasi rahim buatan. (Foto: iStock)
Jakarta -

Pendiri uang kripto dan platform Ethereum, Vitalik Buterin, mengusulkan peran hamil perempuan diganti dengan rahim buatan. Menurutnya, hal ini bisa membantu mengurangi kesenjangan gaji antargender.

Ide ini dia utarakan setelah sebelumnya Elon Musk khawatir tentang populasi manusia yang akan punah. Terlebih lagi makin banyak manusia yang tak mau punya anak.

Pada Rabu (19/1/2022), Elon Musk sempat menuliskan cuitan tentang kekhawatirannya soal keruntuhan populasi sembari mencatut sejumlah berita yang menyatakan bahwa tingkat kelahiran AS menurun 4 persen pada 2020. Cuitannya itu pun dibalas oleh sejumlah pemikir teknologi yang mengusulkan penelitian soal synthetic wombs atau rahim sintetis.

Bos Ethereum, Vitalik Buterin menganggap ide itu brilian. Menurutnya, rahim sintetis ini bisa mengurangi ketidaksetaraan gender.



"Rahim sintetis bisa menghilangkan beban berat dari kehamilan, secara signifikan mengurangi ketidaksetaraan." cuit pendiri Ethereum itu.

Diprotes keras

Ide rahim buatan untuk menggantikan kehamilan bagi para wanita ini mendapat kritikan keras dari warganet. Mereka berpendapat bahwa kehamilan biologis bukanlah penghalang utama kesetaraan gender.

Sebaliknya, tingginya biaya pengasuhan anak, dukungan pemerintah yang terbatas, dan seksisme yang meluas lah alasan mengapa banyak orang tak ingin memiliki anak dan 'rahim sintetis' bukan jawaban atas permasalahan tersebut.

"Rahim sintetis? Lelucon macam apa ini. Alasan mengapa wanita dan anak-anak kita menderita adalah karena kita hidup di dunia yang semakin sintetis," tulis pengguna @RayYoussef.

Bagaimana menurut detikers, apakah rahim sintetis adalah jawaban untuk mengatasi krisis populasi di masa depan? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya!

BACA JUGA



Simak Video "Pengakuan Wanita yang Tuntut L'Oreal Terkait Produk Pelurus Rambut"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT