Mengenal Body Shaming dan Dampak Buruk Bagi Kesehatan Mental

ADVERTISEMENT

Mengenal Body Shaming dan Dampak Buruk Bagi Kesehatan Mental

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Minggu, 23 Jan 2022 21:57 WIB
Closeup portrait nervous stressed young concerned woman biting fingernails looking anxiously craving something isolated gray background with copy space. Human emotion face expression feeling reaction
Body Shaming dan dampak kejiwaan (Foto: iStock)
Jakarta -

Kasus body shaming rentan sekali terjadi dalam keseharian. Biasanya kondisi ini tak terjadi pada masyarakat biasa saja, tetapi juga menimpa para tokoh seperti artis.

Dikutip dari dari berbagai sumber, body shaming merupakan ungkapan bernada negatif yang ditujukan untuk seseorang atau dirinya sendiri. Baik itu diucapkan secara disengaja ataupun tidak sengaja.

Jika sudah seperti ini, hati-hati bisa menyebabkan seseorang yang diejek merasa tidak nyaman dan tak percaya diri loh.

Menurut Psikolog Universitas Indonesia, Bona Sardo, MPsi, ketika seseorang diberikan tuturan terkait dengan kondisi fisiknya dan kondisi fisik tersebut memang sedang buruk, bisa saja ia akan merasa buruk secara psikis.

"Misal sudah lama nggak ketemu, terus lagi ketemu baru reunian dibilangin 'ih gemukan ya,' bisa saja langsung merasa rendah diri dan nggak berharga" katanya.

Dampak Buruk Body Shaming pada Kesehatan Mental

Oleh karena itu, ada baiknya kita menjaga adab berbicara agar tidak menyakiti orang lain. Dikutip dari Healthshot, berikut tiga dampak buruk body shaming pada kesehatan mental yang perlu diwaspadai:

1. Depresi

Body shaming dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi, terutama pada kaum anak muda.Korban bisa merasa putus asa dan bahkan membenci tubuhnya sendiri, bahkan sampai melukai dirinya sendiri.

"Kekhawatiran kesehatan mental yang paling umum saat ini adalah depresi dan body shaming adalah salah satu penyebab utama depresi, terutama pada demografi yang lebih muda," kata dr Pawar.

Jika kondisi ini tak mendapatkan pertolongan medis segera, bisa saja korban atau seseorang yang diejek itu memiliki keinginan untuk bunuh diri.

2. Mengalami gangguan makan

Selain depresi, body shaming juga dapat memicu gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia. Jika seseorang mengejek menggunakan kata-kata "kamu gendut" atau "kamu kurus banget", hati-hati bisa berdampak buruk bagi psikis korban.

Jika sudah terkena mental atau psikis, korban biasanya akan malas untuk menjaga berat badan yang sehat. Bahkan, bisa saja korban mengalami stuning atau kurang gizi yang membuat dirinya rentan terkena penyakit.

"Orang gemuk yang mengalami body shamed cenderung menemukan kenyamanan dalam binge-eating, yang mengakibatkan penambahan berat badan lebih lanjut, sementara individu kurus yang body shamed karena kurus mungkin mengalami kurang nafsu makan yang menyebabkan lebih banyak penurunan berat badan," ujar dr Pawar.

3. Mengalami gangguan kecemasan atau anxiety

Apabila korban terus-menerus mengalami body shaming, lama-kelamaan ia bisa mengasihani diri sendiri sampai tidak percaya diri.

Korban bisa memandang dirinya tak berharga, tak layak bahagia, atau tak punya kehormatan, sehingga membuat korban malas untuk berinteraksi sosial dan malah mengurung diri.

Jika tidak diobati secara cepat, korban bisa terkena gangguan kecemasan yang serius dan bahkan mengalami serangan panik. Hal ini juga bisa mengganggu kehidupan kariernya, status sosial, hingga ekonomi korban.

Mengingat body shaming ini sangat berpengaruh sekali dengan kondisi mental, itu mengapa adab berbicara sangat penting kita terapkan guys, baik itu sama teman dekat ataupun orang yang tidak dikenal.

Jika di antara kalian ada yang sering mendapatkan ucapan negatif alias korban body shaming, segera berbicara kepada orang terdekat atau dokter untuk menghindari gangguan kesehatan mental.



Simak Video "Hailey Bieber Ungkap Idap Kista Ovarium Sebesar Buah Apel"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT